150 Guru Yayasan As-Shofa Belajar Menulis Artikel Opini

150 Guru Yayasan As-Shofa Belajar Menulis Artikel Opini

150 Guru Yayasan As-Shofa Belajar Menulis Artikel Opini

150 Guru Yayasan As-Shofa Belajar Menulis Artikel Opini

150 Guru Yayasan As-Shofa Belajar Menulis Artikel Opini

Sebanyak 150 guru yang mengajar di Yayasan As-Shofa mengikuti pelatihan menulis artikel opini,

yang digelar aula Yayasan As-Shofa di Jalan Tuanku Tambusai Ujung, Pekanbaru, Jumat (4/11/2016). Kegiatan bertema: ”Guru Bisa Menulis karena Menulis Itu Mudah” tersebut dibuka Ketua Umum Yayasan As-Shofa Dr H Syafwi Khalil, MPd.

Syafwi Khalil dalam sambutannya mengingatkan, guru perlu memiliki kemampuan menulis, sehingga bisa mengajarkan dan memotivasi para siswanya untuk belajar menulis. ”Bagaimana mendorong siswa menulis, kalau gurunya tak bisa menulis. Makanya pelatihan ini dilaksanakan, agar semua guru kita ini nantinya bisa menulis,” kata Syafwi.

Selain itu, lanjut Syafwi, dengan menulis guru bisa menyampaikan ilmu dan pemikirannya

kepada masyarakat luas. ”Bila tulisannya bagus tentu akan dimuat media massa dan dibaca banyak orang,” ujarnya.

Sementara Direktur Pendidikan Yayasan As-Shofa Ernawati, MPd, mengatakan, pelatihan menulis artikel opini tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan peringatan Hari Guru. ”Ada sejumlah kegiatan yang kita gelar dalam rangka memperingati Hari Guru. Salah satu diantaranya pelatihan menulis opini,” jelasnya.

Pelatihan ini, lanjut Ernawati, sekaligus dimaksudkan sebagai bekal bagi para guru menjelang mengikuti lomba menulis artikel opini. ”Setelah pelatihan ini, para guru diminta menulis artikel opini untuk dilombakan. Lomba menulis opini ini juga bagian dari rangkaian peringatan Hari Guru. Kalau tahun sebelumnya, kita melaksanakan lomba menulis puisi bagi para guru,” jelasnya.

Pemateri pada pelatihan tersebut adalah Pemimpin Redaksi GoRiau.com Hasan Basril.

Menurut Hasan Basril, semua orang bisa menulis artikel opini, namun tidak semua orang mau memaksakan diri melakukannya.

Dijelaskan Hasan, modal utama menulis arikel opini adalah kemauan yang kuat untuk menulis. ”Agar bisa menulis artikel opini, yang dibutuhkan adalah kesungguhan untuk berlatih secara terus-menerus,” kata dosen jurnalistik di berbagai perguruan tinggi di Pekanbaru itu.

Hasan mengungkapkan, ada banyak keuntungan yang bisa diperoleh dengan menulis artikel opini. Diantaranya: bisa menyampaikan gagasan kepada banyak orang, bisa berpartisipasi mencarikan solusi atas permasalahan yang dihadapi masyarakat, bisa berdiskusi dengan banyak orang, mendapatkan popularitas, menambah penghasilan dan meningkatkan kapasitas diri.

Dalam kesempatan itu Hasan menunjukkan beberapa contoh artikel opini yang pernah dimuat media massa. ”Jadi ada beberapa gaya penulisan yang bisa dipilih. Bisa juga dengan gaya bertutur atau bercerita,” sambungnya.

Alumni USU Medan itu menambahkan, bagian akhir dari kegiatan menulis artikel opini adalah melakukan penyuntingan. ”Salah satu tujuan dari penyuntingan adalah memastikan bahwa tidak ada kalimat dalam tulisan tersebut yang berpotensi menimbulkan masalah hukum,” kata Majelis Etik Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Pekanbaru itu mengingatkan

 

Sumber :

https://www.emailmeform.com/builder/form/8b6z0d6pUa70D0M1Sy04