5 Cara Bicara Pada Anak Mengenai Bencana Gempa

5 Cara Bicara Pada Anak Mengenai Bencana Gempa – Kita balik berduka sehabis terjadinya gempa & tsunami yg menyusul menerjang Donggala & Palu, Sulawesi Tengah dalam Jumat (28/9). Setelah bencana ini, orangtua mungkin kesulitan buat menyampaikan apa yg seharusnya & nir boleh dikatakan & dibagikan kepada ananda.

American Academy of Pediatrics (AAP) menyarankan orangtua dapat menyaring warta tentang bala dan menyajikannya sedemikian rupa sehingga anak bisa mendapat, mengikuti keadaan, & menyikapi informasi bala tadi.

Berikut 5 tips AAP bagaimana orangtua dapat berbicara kepada anak mengenai bencana yg sedang terjadi:

1. Menggali pertanyaan

Berapapun usia atau tahap perkembangan anak, orangtua dapat memulai menggunakan menanyakan pada anak apa yg telah mereka dengar dan lihat terkait bala yg sedang terjadi dan diberitakan.

Anak-anak & remaja mungkin mengajukan lebih poly pertanyaan dibandingkan anak usia dini & dapat meminta dan menerima manfaat lebih banyak dari fakta tambahan. Namun berapa pun usia ananda, lebih baik buat permanen menjaga dialog & berkomunikasi secara pribadi.

2. Menghindari tayangan media dan grafis secara rinci

Secara umum, yang terbaik adalah secara langsung berbagi keterangan dasar menggunakan anak. Anak belum memerlukan berita yg disertai grafis lebih jelasnya tentang keadaan tragis tadi. Untuk itu warta grafis & gambar wajib dihindari.

Jauhkan anak-anak usia dini dari gambar dan suara grafis berulang yang mungkin muncul di televisi, radio, media sosial, personal komputer , & lain-lain.

3. Mendampingi saat menonton warta

Dengan anak yg lebih akbar, apabila orangtua ingin mereka menonton warta, orangtua perlu menonton terlebih dahulu tayangan tadi sehingga memungkinkan buat melihat dan mengevaluasi isinya sebelum orangtua duduk bersama anak buat menontonnya.

Kemudian, ketika menontonnya beserta, orangtua bisa menyelinginya dengan berdiskusi saat merasa dibutuhkan.

4. Perhatikan akses media sosial

Saat ini, sebagian besar anak-anak yang lebih akbar akan memiliki akses ke informasi dan gambar grafis melalui media umum dan pelaksanaan lain pribadi menurut ponsel mereka. Orangtua perlu menyadari apa yang ada di luar sana dan mengambil langkah sebelumnya untuk berbicara menggunakan anak mengenai apa yang mungkin mereka dengar atau lihat.

5. Menumbuhkan ikut merasakan & aksi nyata

Peristiwa ini bisa sebagai wahana orangtua buat menumbuhkan rasa ikut merasakan pada anak. Bantu anak buat sanggup bersikap ikut merasakan terhadap penderitaan yg tengah dialami teman atau saudara lain tanpa memandang perbedaan suku, agama, ras atau golongan.

Selanjutnya, ajak anak buat melakukan tindakan konkret buat membantu, sekecil apapun bantuan yang bisa diberikan. Sumber: sekolahan.co.id/