Berbagai Kondisi Stres pada Anak

Berbagai Kondisi Stres pada Anak

Tahukah Anda? Bukan melulu orang dewasa saja yang mengalaminya, ternyata stres juga dapat dialami oleh anak kecil. Sama laksana orang dewasa, stres yang dirasakan si kecil dapat diakibatkan oleh tidak sedikit hal, antara lain: sebab pertengkaran orangtua, situasi ekonomi keluarga, trauma, kendala beradaptasi dengan lingkungan baru, maupun sebab masalah di sekolah (bertengkar dengan rekan bermain atau merasakan bullying). Namun, tidak tidak sedikit orangtua yang menyadari timbulnya tanda-tanda stres pada anak. Karena pada umur anak-anak, mereka belum dapat memahami dan mengungkapkan yang dialami saat itu.

Pada situasi demikian, maka tugas orangtua guna mengenali firasat stres yang hadir pada si kecil. Berikut 7 fenomena stres pada anak yang seringkali terjadi:

Susah tidur, gelisah dalam tidur, sampai sering memiliki mimpi buruk.

Mudah marah, mengeluh, membantah, dan tidak jarang menangis sebab kesulitan dalam mengontrol emosi.

Merasa fobia dan khawatir yang berlebihan, diantaranya: fobia tidur sendiri, fobia ditinggal orangtua, fobia menghadapi orang asing, dan fobia gelap. Rasa fobia ini dapat menjadi indikasi bahwa stres yang dirasakan si kecil lumayan parah bilamana sebelumnya dia ialah anak yang pemberani.

Menjadi lebih manja dan sakit tanpa karena yang jelas. Dugaan stres pada si kecil kian kuat saat dokter tidak mengejar diagnosa apapun guna keluhan sakit yang dia alami.

Napsu santap tidak stabil. Jika Anda mengejar napsu santap si kecil meningkat menyeluruh atau sebaliknya, telah sepatutnya kita curiga barangkali si kecil sedang stres.

Mengompol atau melakukan kelaziman buruk lainnya yang sebelumnya telah lama berhenti.

Menutup diri dari lingkungan sekitarnya, sering mengelak ketika disuruh berbicara, jarang bermain dengan teman-temannya, dan lebih memilih menyendiri di dalam kamar.

Jika Anda mengejar gejala-gejala di atas pada si kecil, usahakan tangani segera mungkin. Stres pada anak yang tidak dipedulikan begitu saja akan dominan negatif dalam jangka panjang. Anak yang mempunyai riwayat stres berkepanjangan tanpa penanganan yang tepat, paling rentan merasakan depresi atau gangguan jiwa. Hal ini pasti saja akan paling mengganggu kehidupan sosialnya besok di masa depan.

Sumber : http://www.studivz.net/Link/Dereferer/?https://www.pelajaran.co.id/