CAATT (COMPUTER-ASSISTED AUDIT TOOLS AND TECHNIQUES )


CAATT (COMPUTER-ASSISTED AUDIT TOOLS AND TECHNIQUES )

CAATT (COMPUTER-ASSISTED AUDIT TOOLS AND TECHNIQUES )

CAATT (COMPUTER-ASSISTED AUDIT TOOLS AND TECHNIQUES )
CAATT (COMPUTER-ASSISTED AUDIT TOOLS AND TECHNIQUES )

PENDAHULUAN
Makalah ini menjelaskan penggunaan CAATT untuk ekstraksi dan analisis data. Auditor sering menggunakan alat ini dalam mengumpulkan data akuntansi untuk menguji pengendalian aplikasi dan dalam melakukan uji substantive. Sebelumnya dibahas bagaimana CAATT digunakan untuk menguji pengendalian aplikasi secara langsung. Alat ekstraksi data yang dibahas digunakan untuk menganalisis data yang diproses oleh suatu aplikasi, bukan untuk menganalisi aplikasi itu sendiri. Dengan menganalis data yang ditelusuri dari file computer, auditor bisa menarik kesimpulan mengenai keberadan dan fungsionalitas pengendalian dalam aplikasi pemproses data.
Makalah ini diawali dari penjelasan strukur data, peranti lunak ekstraksi data yaitu modul audit melekat dan peranti lunak audit umum. Kemudian kajian fitur-fitur utama dari bahasa perintah audit ( audit command language/ ACL)

1. Struktur Data
Struktur Data memiliki dua komponen dasar

a. Organisasi
Mengacu pada cara record disusun secara fisik pada peralatan penyimpanan sekunder. Ini bisa bersifat berurutan atau acak. Record dalam file berurutan disimpan di lokasi yang berdekatan yang menempati area tertentu pada disk. Sedangkan record dalam file acak disimpan tanpa memperimbangkan hubungan fisik dengan record lainya dari file yang sama.
b. Metode Akses
Teknik yang digunakan untuk menemukan lokasi record dan bernavigasi di basis data atau file.
Oleh karena tidak ada satu struktur tertentu yang paling baik untuk semua tugas pemprosesan, berbagai struktur digunakan untuk menyimpan data akuntansi yang jenisnya berbeda-beda. Oleh karena itu, pemilihan struktur melibatkan pertukaran antara fitur-fitur yang di inginkan.

1.1 Struktur File Datar
Merupakan mendeskripsikan suatu lingkungan dimana file data individual tidak di integrasikan dengan file lainya. Karenanya, pemprosesan data dilakukan oleh aplikasi tersendiri, bukan sebagai system yang terintegrasi. File data disusun, diformat dan diatur sedemikian rupa agar sesuai dengan kebutuhan khusus di pemilik atau pengguna. Kelemahanyan adalah dapat menghilangkan atau mengkorupsi atribut data yang penting bagi pengguna yang lain, sehingga menghalangi integritas yang sukses dari system lintas organisasi.

a. Struktur Berurutan
Semua record dalam file berada dalam lokasi penyimpanan yang berdekatan dengan urutan tertentu berdasarkan kunci primernya.

b. Struktur Berindeks
Disebut juga file data actual dan terdapat indeks terpisah yang juga merupakan file alamt record. Indeks ini berisi numeric dari lokasi penyimpanan disk fisik untuk setiap record dalam file data terkait. File ini bisa diatur secara acak dan berurutan.

c. Struktur Hasing
Menggunakan alogaritme yang mengkonversi kunci primer suatu record langsung kealamat penyimpanan. Dengan menghitung alamat, bukan membacanya dari suatu indeks, record bisa ditelusuri dengan lebih cepat.

d. Struktur Pointer
Pointer menyediakan hubungan antar-record. Pointer juga digunakan untuk menghubungakan record antar file.

1.2 Struktur Basis Data Hierarkis dan Jaringan
Perbedaan utama antara kedua pendekatan ini adalah tingkat proses integritas dan pembagian data yang bisa dicapai. Model basis data didesain untuk mendukung system file datar yang sudah ada, disamping memungkinkan organisasi bergerak ke tahap berikutnya dalam integrasi data. Dengan menyediakan hubungan antar file yang berkaitan, dimensi ketiga ditambah untuk melayani kebutuhan banyak pengguna.

2. Embedded Audit Module (EAM) / Modul Audit Melekat / Audit Berkelanjutan
Adalah modul yang diprogram khusus dan melekat pada aplikasi host untuk menangkap beberapa jenis transaksi yang telah ditentukan untuk dianalisis lebih lanjut. Tujuannya adalah mengidentifikasi berbagai transaksi penting ketika transaksi-transaksi tersebut diproses dan mengekstraksi salinan dari seluruh transaksi tersebut secara real time.

Kelemahan dari EAM
* Efesiensi Oraganisasi
Dari sudut pandang pengguna, EAM mengurangi kinerja operasional. Keberadaan modul audit dalam aplikasi host dapat memberikan beban tambahan dalam jumlah signifikan, terutama ketika jumlah pengujian sangat luas. Salah satu pendekatan untuk meringankan beban ini dari system adalah dengan mendesain berbagai modul yang dapat dinyalahkan dan dimatikan oleh auditor. Dengan melakukan ini, maka tentu saja efektivitas EAM sebagai alat audit berkelanjutan akan berkurang
* Memverifikasi Integritas EAM
EAM mungkin bukan merupakan teknik audit yang dapat dijalankan dalam lingkungan yang memiliki tingkat pemeliharaan program tinggi. Ketika aplikasi host sering kali mengalami perubahan, EAM yang dilekatkan pada host akan sering juga membutuhkan modifikasi.

3. Generalized Audit Software (GAS)
Peranti lunak yang digenerasikan (GAS) adalah CAAT yang paling banyak digunakan untuk audit system informasi. GAS memungkinkan auditor mengakses secara elektronik berbagai file data berkode dan melakukan berbagai operasi atas isinya.
Beberapa dari penggunaan GAS yang paling umum adalah sebagai beriku :
a. Penjumlahan kolom dan penyeimbangan seluruh file atau bagian data yang dipih.
b. Pemilihan dan laporan data terperinci yang ada dalam berbagai file.
c. Pemilihan sample statistic yang distrafisikasi dari berbagai file.
d. Pemformatan hasil uji kedalam bentuk laporan
e. Konfirmasi pencetakan dalam kata-kata bersandarisasi/ khusus
f. Perbandingan beberapa file dan identitas perbedaannya.

Sumber : https://aldirenaldi.blog.institutpendidikan.ac.id/seva-mobil-bekas/