Cara Efektif Menerapkan Time Out pada Anak

Cara Efektif Menerapkan Time Out pada Anak

Tidak seluruh anak sesuai dengan cara ini dalam upaya mendisiplinkan dirinya, maka seharusnya Anda pun mengenal betul karakter dan jati diri anak. Perlu diingat, time out hanya mempunyai sifat sementara dan bukan adalahsebuah hukuman. Tujuan utamanya ialah memberi anak jeda waktu supaya ia lebih ‘dingin’ dan dapat meredakan emosi yang bergejolak dalam dirinya. Supaya tidak salah langkah, berikut 4 teknik efektif merealisasikan time outpada anak.

Pilih lokasi yang minim gangguan

Setelah Anda unik anak dari kejadian yang membuatnya beraksi tidak menyenangkan, Anda mesti menugaskan anak pergi ke sebuah tempat di lokasi tinggal yang minim gangguan. Pilih lokasi yang minim gangguan, namun Anda tetap dapat memantaunya. Jangan pilih ruangan gelap atau menyeramkan, atau justeru sengaja mengunci anak dari luar. Contoh lokasi yang ideal misalnya, di antara sudut di ruang family di mana suatu kursi ditaruh di situ. Bisa pun kamar si kecil, namun pastikan pintu tetap terbuka.

Tahan diri Anda

Tujuan menerapkantime out ialah memberikan anak masa-masa untuk menenangkan kepalanya. Maka, Anda mesti menyangga diri. Jangan menghujani anak dengan ceramah, nasihat, omelan, lagipula teriakan. Jadikan masa-masa ini sebagai masa-masa untuk mendinginkan diri setelah menghadapi kondisi yang panas, baik anak maupun diri Anda. Kalau ia belum pun tenang dari perilaku yang dilakukan, lumayan katakan dengan tegas memakai kalimat pendek. Misalnya, anak memukul adiknya. Katakan, “Tidak boleh pukul, tersebut sakit. Berhenti.”

Perhatikan durasi time out

Para berpengalaman sependapat bahwa waktu guna time out mesti cocok dengan umur anak dikalikan dengan 1 menit. Maka, merealisasikan time out guna anak 3 tahun lumayan selama 3 menit, 4 tahun sekitar 4 menit, demikian seterusnya. Akan tetapi, Anda pun dapat menyesuaikan dengan kondisi dan situasi saat itu. Apabila tidak cukup dari masa-masa yang ditentukan anak telah lebih tenang, kerjakan time in. Dekati anak dengan memeluknya dan hargai usaha dirinya dalam mengelola emosi yang ia rasakan ketika itu.

Seimbangkan dengan time in

Time in malah menguatkan perilaku positif yang dilaksanakan oleh anak. Sebaiknya Anda tidak boleh segan-segan mengapresiasi perilaku positif yang anak lakukan. Ini justru dapat menjadi pesan untuk anak, bahwa kita selalu mengawasi setiap perilakunya, baik tersebut perilaku positif maupun negatif. Pujilah ketika ia inginkan berbagi giliran dengan adik, misalnya. Kabar baiknya, semakin kita menguatkan perilaku positif anak, semakin tidak banyak pula Anda mesti mengerjakan time out. Karena anak tahu, kita selalu menyimak dirinya.Jadi, ia tidak butuh repot-repot berperilaku buruk melulu untuk unik perhatian orang tuanya.

Sumber : http://yomi.mobi/jump/2/www.pelajaran.co.id/