Fungsi agama dalam kehidupan manusia


Fungsi agama dalam kehidupan manusia Agama memberikan makna kepada individu tentang kehidupan dirinya, identitas diri, serta kebersamaan dalam kehidupan kemasyarakatannya. Dalam fungsi maknawi , menurut M.I. Soelaeman (1988) sbagai berikut: ‘ bila manusia mengakui dan daalam hidupnya berpegang pada religie(agama) yang dianutnya dengan segala kesungguhan, hidup insani akan tampil secara prinsipal berlainan dengan hidup hewani. …

Read moreFungsi agama dalam kehidupan manusia

Pengertian agama


Pengertian agama Agama berasal dari bahasa sangsekerta, a berarti “tidak” dan gama berarti “kacau”. Bahasa sangsekerta sendiri termasuk rumpun indo-jerman. Kata ga atau gam berasal dari bahasa belanda, sedangkan dalam bahasa inggris disebut ge yang artinya sama dengan gam. Kata ini identik dengan kata go yang berarti pergi. Setelah mendapat awalan dan akhiran a maka pengertiannya menjadi jalan, cara jalan, cara-cara sampai kepad keridaan tuhan. Agama dalam istilah latin disebut religie, re berarti kembali …

Read morePengertian agama

Pengertian filsafat


Pengertian filsafat Filsafat dari segi bahasa Filsafat  dalam bahasa yunani adalah philosophia yang beresal dari dua kata,           philein(cinta) dan sophos(hakikat), artinya cinta kepada ilmu pengetahuan, kearifan atau hikmah.  Filsafat dalam bahasa arab adalah falsafah, artinya hikmah. Filsafat dalam bahasa indonesia adalah cinta selua-luasnya dalam bahasa atau keinginan yang diusahakan untuk mencapai cita-cita atau cinta kebijaksanaan. Filsafat menurut …

Read morePengertian filsafat

PENGARUH SARBANES-OXLEY


PENGARUH SARBANES-OXLEY SOX terdiri dari 10 pasal utama, 2 diantaranya secara langsung mempengaruhi unit pelayanan informasi perusahaan: ü  CEO dan CFO harus menandatangani laporan keuangan. ü  Perusahaan-perusahaan Amerika Serikat disyaratkan untuk memiliki unit audit internal. SOX 404 Ketetapan SOX yang memberikan dampak terbesar pada TI adalah bagian 404, yang membahas tentang penilaian manajemen mengenai pengendalian keuangan. Bagian …

Read morePENGARUH SARBANES-OXLEY

Kode Etik dan Praktik Profesional Rekayasa Peranti Lunak


Kode Etik dan Praktik Profesional Rekayasa Peranti Lunak Kode etik ini mencatat pengaruh penting yang dapat diterapkan para ahli peranti lunak pada system informasi dan terdiri atas ekspektasi di delapan hal penting: 1. Masyarakat 2. Kien dan atasan 3. Produk 4. Penilaian 5. Manajemen 6. Profesi 7. Kolega 8. Diri Sendiri Lima dari hal diatas …

Read moreKode Etik dan Praktik Profesional Rekayasa Peranti Lunak

Jenis Aktivitas Audit


Jenis Aktivitas Audit Terdapat empat jenis dasar aktivitas audit internal: financial, operasional, beriringan, dan desain system pengendalian internal. Ø  Audit Financial (financial audit) memverifikasi catatan-catatan perusahaan dan merupakan jenis aktivitas yang dilaksanakan auditor eksternal. Pada beberapa tugas, auditor internal bekerja sama dengan auditor eksternal. Pada tugas lain, auditor internal merupakan seluruh pekerjaan audit sendiri. Ø  Audit operasional (operational audit) tidak dilaksanakan …

Read moreJenis Aktivitas Audit

Tahap Tertiary Prevention (Pencegahan Tersier)


Tahap Tertiary Prevention (Pencegahan Tersier) Yang ketiga adalah dimana dalam fase patogenesis tersebut yang secara klinis proses penyakit sudah nyata dan berlanjut dan mungkin dalam taraf lanjut (advanced diseases) dan akan berakhir. Atau sebaliknya proses penyakit dari Host justru berbalik ke fase penyembuhan (reconvalescence) dan memasuki tahap pemulihan (rehabilitation). Yang termasuk tahap pencegahan tersier adalah disability limitation (membatasi ketidakmampuan) …

Read moreTahap Tertiary Prevention (Pencegahan Tersier)

Tujuan penalaran secara analogi adalah sebagai berikut


Tujuan penalaran secara analogi adalah sebagai berikut

Tujuan penalaran secara analogi adalah sebagai berikut 1) Analogi dilakukan untuk meramalkan kesamaan. 2) Analogi dilakukan untuk menyingkapkan kekeliruan. 3) Analogi digunakan untuk menyusun klasifikasi. 3. Sebab Akibat (Kausal) adalah Proses penalaran berdasarkan hubungan ketergabungan antar gejala yang mengikuti pola sebab-akibat,akibat-sebab, atau akibat-akibat. a. Sebab akibat Sebab akibat ini berpola A menyebabkan B. Di samping ini pola …

Read moreTujuan penalaran secara analogi adalah sebagai berikut

Penalaran & Penalaran Induktif


Penalaran & Penalaran Induktif

Penalaran & Penalaran Induktif I. Pengertian Penalaran Penalaran adalah bentuk tertinggi dari pemikiran dan sebab itu lebih rumit dibanding pengertian dan proporsisi. Secara sederhana, Penalaran adalah sebagai proses pengambilan kesimpulan berdasarkan proposisi-proposisi yang mendahuluinya. Beberapa pengertian Penalaran yaitu : Proses berpikir logis, sistematis,terorganisasi dalam urutan yang saling berhubungan sampai dengan simpulan. Menghubungkan fakta-fakta atau data …

Read morePenalaran & Penalaran Induktif

PENALARAN DEDUKTIF


PENALARAN DEDUKTIF

PENALARAN DEDUKTIF I.  Penalaran Penalaran adalah bentuk tertinggi dari pemikiran dan sebab itu lebih rumit dibanding pengertian dan proporsisi. Secara sederhana, Penalaran adalah sebagai proses pengambilan kesimpulan berdasarkan proposisi-proposisi yang mendahuluinya.   II. Jenis-jenis Penalaran a. Penalaran Induktif b. Penalaran Deduktif   III. Penalaran Deduktif III.1  Pengertian Metode berpikir deduktif adalah metode berpikir yang menerapkan …

Read morePENALARAN DEDUKTIF