Disdik Kabupaten Bogor Bakal Bangun Empat SMP Negeri, Ini Datanya

Disdik Kabupaten Bogor Bakal Bangun Empat SMP Negeri, Ini Datanya

Disdik Kabupaten Bogor Bakal Bangun Empat SMP Negeri, Ini Datanya

Disdik Kabupaten Bogor Bakal Bangun Empat SMP Negeri, Ini Datanya

Disdik Kabupaten Bogor Bakal Bangun Empat SMP Negeri, Ini Datanya

Rencananya, tahun ini Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor akan kembali membangun

empat sekolah menengah pertama (SMP) Negeri.

Hal tersebut, disampaikan Kadisdik Kabupaten Bogor Luthfie Syam saat ekspos program kerja di Ruang Rapat Pendopo Bupati Kabupaten Bogor, Senin (21/1).

Kadisdik Luthfie Syam menjelaskan, ekspos dilakukan untuk memberikan gambaran, terkait berbagai hal serta program yang menjadi kegiatan kerja Disdik di tahun anggaran 2019.

“Selain penjabaran prihal berbagai program kerja. Melalui ekspose ini Disdik

juga memaparkan langkah-langkah teknis, serta kebutuhan pengambilan kebijakan demi mendukung 100 hari Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Bogor,” jelasnya, seperti dilansir Radar Bogor dalam keterangan resmi Disdik lewat Webnya.

Dipaparkan Luthfie, setidaknya penjabaran program meliputi kegiatan sarana dan prasarana, tenaga pendidik dan kependidikan, kebijakan struktural, hingga wacana pengimpelentasian Pancakarsa.

Namun, terdapat beberapa paparan program kerja yang dinilai memerlukan, langkah serta kebijakan cepat dari Pemerintah Daerah (Pemda).

“Di antaranya kebijakan tersebut yakni, pembenahaan dan revisi pembubaran UPT Pendidikan,

penerbitan SK lokasi bagi empat SMP negeri yang akan dibangun, dan pengisian kursi kepala sekolah,” paparnya.

Turut hadir dalam rapat tersebut, Kepala BPKAD Kabupaten Bogor, Didi Kurnia. Didi mengatakan, hingga saat ini pihaknya tengah berkoordinasi dengan Disdik. Terutama perihal penerbitan SK lokasi bagi empat SMP negeri.

“Ke empat SMP negeri tersebut yakni, SMPN 2 Tajurhalang, SMPN 3 Jonggol, SMPN 4 Gunungputri, d

an SMPN 3 Megamendung,” ungkapnya.

Sementara, Wakil Bupati Kabupaten Bogor, Iwan Setiawan mengemukakan, dirinya berharap persoalan yang ditemukan dalam realisasi program kerja Satuan Kerja Prangkat Daerah (SKPD). Mampu diatasi bersama tanpa harus berbenturan dengan payung hukum.

“Dari program yang dijabarkan Disdik sangat menggugah antusias kita untuk merealiasikan. Terlebih, terdapat program baru dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan pengembangan pendidikan masyarakat,” ucapnya.

Sambung Iwan, guna melihat progres kerja pasca penjabaran program hari ini. Pihaknya berencana melakukan agenda rapat pembahasan dalam kurung waktu tiga bulan kedepan.

“Hal tersebut dilakukan untuk melihat sejauh mana program sudah berjalan. Selain itu sebagai identifikasi apa saja kendala yang ditemui, agar bisa diselesaikan secepat mungkin tanpa memakan waktu lebih lama,” pungkasnya.(*/pia)

 

Baca Juga :