FAKTOR PENDORONG INTERAKSI SOSIAL


FAKTOR PENDORONG INTERAKSI SOSIAL

FAKTOR PENDORONG INTERAKSI SOSIAL

FAKTOR PENDORONG INTERAKSI SOSIAL

Interaksi sosial tidak akan terjadi tanpa beberapa faktor dasar yang mendorong terjadinya kontak sosial dan komunikasi. Berikut ini adalah beberapa faktor pendorong interaksi sosial:

1. IMITASI

Secara bahasa imitasi artinya meniru atau tiruan. Imitasi memiliki makna berupa proses belajar dengan cara mengikuti atau meniru perilaku orang-orang di sekitarnya. Proses imitasi dapat dilakukan dalam berbagai aspek, seperti cara berpakaian, cara berbicara, cara makan, hingga cara berjalan. Proses imitasi secara alami dilakukan oleh setiap individu karena ketika manusia lahir, manusia belum mengetahui apapun tentang kehidupan sosial. Manusia mulai melakukan berbagai hal dengan melihat dan meniru orang-orang di sekitarnya.

Hal ini menjadikan lingkungan sosial tempat seseorang tumbuh dan berkembang sangat mempengaruhi kepribadian dan tingkah laku seseorang. Yang dimaksud lingkungan sosial bisa jadi keluarga di rumah, lingkungan tetangga dan masyarakat, teman sekolah, rekan kerja, dan lingkungan lainnya tempat individu tersebut bersosialisasi.

Contoh perilaku imitasi yaitu seorang pria yang mengikuti gaya rambut mohawk yang sedang tren, atau seorang anak yang menggunakan pakaian putih-putih seperti dokter karena terinspirasi ingin menjadi dokter.

2. IDENTIFIKASI

Identifikasi memang sekilas mirip dengan imitasi, dimana seorang individu meniru pihak lainnya. Namun dalam identifikasi, proses peniruannya lebih mendalam, dimana peniruan pihak lain hingga pada cara berpikir dan tingkah lakunya hingga persisi dengan panutannya. Melalui proses identifikasi kepribadian seorang individu akan terbentuk baik disengaja maupun tidak disengaja.

Contohnya adalah seseorang yang memiliki idola John Lennon, dia akan meniru idolanya tersebut mulai dari rambut panjangnya, kacamata bulatnya, cara berpakaiannya, hingga pola pikirnya tentang perdamaian, anti-perang dan pembelaan hak asasi manusia seperti yang dilakukan John Lennon.

3. SUGESTI

Sugesti secara sederhana merupakan gagasan, pandangan serta sikap yang diberikan oleh suatu individu ke individu lainnya dan berhasil memengaruhi individu yang menerimanya. Umumnya di masyarakat incividu yang memberikan sugesti kepada individu lainnya dipandang lebih bijak dari individu yang tersugesti.

Sugesti umumnya terbentuk karena adanya dorongan emosional yang cukup tinggi ataupun emosi yang kurang stabil. Beberapa latar belakang proses sugesti dalam interaksi sosial adalah:

  1. Otoritas, sugesti bisa terjadi ketika individu mengidolakan individu lainnya yang memiliki keahlian atau posisi yang ingin dicapainya. Biasanya individu tersebut akan meniru bagaimana individu yang memiliki otoritas pada bidangnya itu bertingkah laku pada kehidupan personalnya.
  2. Mayoritas, yaitu faktor yang memberikan sugesti kepada suatu individu berdasarkan keadaan dimana suatu hal dilakukan oleh kebanyakan orang. Seorang individu akan cenderung  memilih suatu pilihan atau berperilaku mengikuti kebanyakan orang dan mencoba menghindari perilaku yang dianggap berbeda dari kebanyakan orang.
  3. Kondisi emosional, seorang individu yang memiliki pikiran yang tidak stabl atau sedang terpecah belah akan mengalami penurunan konsentrasi sehingga akan lebih mudah terpengaruh oleh sugesti orang lain.
  4. Kemampuan berpikir, setiap individu memiliki tingkat kemampuan berpikir yang berbeda-beda. Pada beberapa orang yang tingkat berpikirnya rendah akan lebih mudah untuk menerima sugesti individu lainnya karena tidak berpikir secara panjang dan mendalam terlebih dahulu.

4. SIMPATI

Simpati merupakan perasaan belas kasih, hormat ataupun menghargai orang lain, namun pelaku simpati tidak merasa seolah-olah menjadi individu yang dia beri rasa simpati. Simpati memiliki sifat yang umum pada sosial masyarakat. Simpati terjadi ketika sesuatu yang terjadi pada individu lainnnya terjadi karena penyebab maupun sudut pandang yang tak beresonansi dengan si pelaku simpati.

5. EMPATI

Sekilas empati memang mirip dengan sipati dimana seseorang melakukan sesuatu karena adanya dorongan perasaan belas kasih. Namun berbeda dengan simpati, empati memiliki perasaan yang lebih mendalam dimana pelaku empati ini  merasa atau mengidentifikasikan dirinya sendiri pada suatu kondisi perasaan dan pikiran yang sama atau mirip dengan individu atau kelompok lainnya. Perasaan empati umumnya dapat muncul dari pandangan bahwa setiap individu harus memiliki derajat kehidupan yang sama.

Contoh empati adalah adalah ketika seorang individu melihat sebuah kecelakaan, dia akan terpicu untuk melakukan interaksi sosial berupa menolong orang yang mengalami kecelakaan. Hal ini didorong dari rasa empati yang dimana si pelaku empati menempatkan dirinya pada kondisi pikiran dan sudut pandang yang sama dengan korban kecelakaan. Jika dia mengalami kecelakaan pasti pelaku empati ingin ditolong sehingga mendorongnya menolong orang yang mengalami kecelakaan tersebut.

6. MOTIVASI

Motivasi merupakan semangat atau dorongan yang diberikan oleh individu atau kelompok lainnya untuk melakukan atau meraih sesuatu. Motivasi bertujuan untuk membuat individu yang diberi motivasi melakukan apa yang dimotivasikan.

Contohnya seorang kakak memberikan motivasi kepada adiknya untuk menjadi juara kelas dengan memberi janji akan memberi hadiah, membantu belajar dan memberi apresiasi kepada nilai yang bagus. Hal-hal ini akan mendorong si adik menjadi juara kelas seperti yang diinginkan oleh kakaknya.

7. SIKAP KEPADA ORANG LAIN

Dapat dikatakan bahwa manusia berperilaku sesuai lingkungannya. Setiap individu akan memberikan perilaku yang berbeda terhadap perilaku yang diterimanya dari individu lainnya. Apabila seorang individu diberikan perilaku yang positif maka individu tersebut cenderung membalas dengan perilaku yang positif juga, Namun apabila individu tersebut menerima perlakuan yang negatif maka akan cenderung melakukan perilaku yang negatif juga.


Sumber: https://www.terbaru.co.id/might-and-mayhem-apk/