Honorer GTT K2 Bojonegoro Minta Kenaikan Tunjangan

Honorer GTT K2 Bojonegoro Minta Kenaikan Tunjangan

Honorer GTT K2 Bojonegoro Minta Kenaikan Tunjangan

Honorer GTT K2 Bojonegoro Minta Kenaikan Tunjangan

Honorer GTT K2 Bojonegoro Minta Kenaikan Tunjangan

Honorer Guru Tidak Tetap (GTT) K2 Kabupaten Bojonegoro menuntut untuk kenaikan tunjangan

. Tuntutan tersebut setelah terbitnya surat edaran Dinas Pendidikan, Kabupaten Bojonegoro nomor 832.4/2219/412.201/2019 tertanggal 18 Juli 2019 tentang Standar Pelayanan Minimal (SPM) bagi ASN Dinas Pendidikan.

Sekretaris Forum GTT K2 Bojonegoro, Warpian, mengatakan adanya surat edaran itu dinilai sangat menciderai asas keadilan bagi segenap honorer. Sebab, lanjut dia, beban kerja Honorer dengan tunjangan Kinerja yang diberikan dinilai masih jauh dari kata layak.

“Hal inilah, yang seharusnya tidak disamakan dengan pegawai Aparatur Negeri Sipil

(ASN). Kita tahu yang termasuk pegawai ASN adalah PNS dan PPPK, sedang Honorer kategori Non PNS, harusnya penerapan ketentuan SPM tersebut ada pengecualinya bagi guru-pegawai dengan status honorer,” katanya, Selasa (30/7/2019).

Diungkapkan, aturan beban kerja 37,5 jam per minggu merupakan jadwal untuk pegawai ASN, sedang aturan beban kerja bagi pegawai dengan status honorer itu tidak ada dalam aturan manapun. Jadi, tegas dia, ironis jika beban kerja Honorer disamakan dengan pegawai ASN sebagaimana isi surat edaran Disdik Kabupaten Bojonegoro.

“Sebagai pengurus Honorer K2 Bojonegoro, kami akan menyambut baik kebijakan tersebut

dengan catatan diimbangi dengan kenaikan tunjangan kinerja GTT/PTT di lingkup Disdik Bojonegoro minimal setara UMP/UMR,” tukas GTT K2 SDN Tengger, Kecamatan Ngasem ini.

Sebagaimana diketahui, tunjangan yang diberikan kepada GTT/PTT Disdik Rp1 juta untuk K2, Rp600 ribu untuk non K, dan Rp250 ribu bagi GTT penerima SK Penugasan. Dengan besaran tunjangan tersebut sangat tidak logis jika kinerja atau beban kerja harus disamakan dengan pegawai ASN.

Semoga dalam PAPBD 2019 ini kenaikan tunjangan kinerja yang lebih layak bisa didapatkan oleh teman-teman Honorer (GTT-PTT) Disdik Bojonegoro sehingga akan menambah motivasi lebih baik lagi dalam mengabdikan diri dan dalam rangka menyambut ketentuan SPM Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Pendidikan, Hanafi, menegaskan, jika tugas semua guru adalah sama yakni memberikan layanan pendidikan kepada siswa dan siswi sekolah baik PNS maupun Non PNS. “Terlebih, jumlah guru di Bojonegoro yang non PNS mencapai 3000 orang lebih,” tandasnya.

Pemkab Bojonegoro menurut Hanafi, akan memberikan kenaikan tunjangan secara bertahap menyesuaikan jam kerja yang telah ditetapkan. Sekarang ini, jumlah tunjangan GTT K2 telah dinaikkan dibanding tahun sebelumnya. “Pasti akan kami naikkan, Insya Allah tahun 2019 mendatang karena kenaikan tunjangan guru dilakukan secara bertahap,” imbuhnya.

 

Baca Juga :