Internasional Bisnis

Internasional Bisnis

Internasional Bisnis

Internasional Bisnis

Internasional Bisnis

 

Pada masa globalisasi dewasa ini, demi bertahan

perusahaan harus dapat bersaing di pasar internasional. Semakin banyak perusahaan yang memasuki pasar internasional dengan mengekspor produk mereka, membangun fasilitas di negara lain, dan bergabung dengan aliansi perusahaan asing. Maka, bisnis-bisnis ini harus membangun pasar global, tidak ketinggalan dengan persaingan di luar negeri, menyewa tenaga kerja internasional, dan menyiapkan para pekerja untuk mengahadapi tugas skala global.

Negara asing dapat menyediakan pasar baru yang terdiri dari jutaan pelanggan

baru bagi sebuah bisnis. Alasan lain yang menyebabkan perusahaan cenderung mendirikan pengoperasiannya di luar negeri adalah karena biaya pekerja dapat ditekan – contohnya, rata-rata gaji bulanan di Cina hampir sama dengan rata-rata gaji harian di Amerika. Kemajuan di bidang IT juga memegang peran dalam kelangsungan bisnis internasional. Kemajuan teknologi dan komunikasi mempermudah perusahaan untuk mendistribusikan pekerjaan secara global. Tim yang beranggotakan pekerja dari zona waktu yang berbeda dapat tetap melangsungkan proyek dengan pembagian menurut daerah atau sesuai dengan bidang keahlian.

Aktivitas global ini didukung dengan perjanjian perdagangan antar-negara.

Misalnya, sebagian besar negara di bagian barat Eropa merupakan anggota dari European Union, maka mata uang yang digunakan adalah sama yaitu euro. Kanada, Meksiko dan Amerika mendorong perdagangan di antara mereka dengan NAFTA (North American Free Trade Agreement). Selain itu, WTO (World Trade Organization) memecahkan persengketaan perdagangan di antara lebih dari 100 negara yang berpartisipasi.

Tren dan perjanjian-perjanjian perdagangan tersebut mendukung

perdagangan internasional yang otomatis menyebabkan peningkatan dan perubahan dalam tuntutan pengelolaan sumber daya manusia. Organisasi dengan pelanggan dan pemasok di negara lain membutuhkan sumber daya manusia yang memahami para pelanggan dan pemasok tersebut. Organisasi yang beroperasi di negara lain perlu memahami hukum dan peraturan yang berlaku di negara-negara tersebut. Mereka harus dapat menyesuaikan perencanaan sumber daya manusia sedemikian rupa. Perusahaan harus dapat mengkomunikasikan pelaksanaan praktek mereka kepada seluruh tenaga kerja internasional. Berbagai kegiatan internasional menuntut manajer untuk memahami prinsip-prinsip sumber daya manusia serta praktek yang lazim di pasar global.
Baca Juga :