Kategori Karakter Adalah

Kategori Karakter Adalah

Kategori Karakter Adalah

Kategori Karakter Adalah

Kategori Karakter Adalah

 

Dalam buku Character Building, Sudewo (2011: 14-15)

Mengatakan bahwa karakter dapat dibedakan dalam dua kategori, yakni karakter pokok dan karakter pilihan. Sebagai landasan seyogyanya karakter pokok harus dimiliki tiap orang. Apapun profesinya, semua harus berkarakter. Khususnya karakter pokok tidak bisa ditinggalkan. Bahkan penggangguran sekalipun bila memiliki karakter pokok pasti punya bobot kualitas.

Menurut Sudewo (2011: 15) menyebutkan karakter pokok dibedakan atas tiga bagian penting, yaitu karakter dasar, karakter unggul, dan karakter pemimpin. Karakter dasar menjadi inti dari karakter pokok. Karakter ini ditopang oleh tiga nilai yang menjadi sifat dasar manusia; yaitu tidak egois, jujur, disiplin.

 

Yang dimaksud dengan jujur menurut Kementrian Pendidikan Nasional

Dalam Salahudin & Alkrienciehie (2013: 54) yaitu perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya. Hal ini diwujudkan dalam hal perkataan, tindakan dan perbuatan, baik terhadap diri sendiri maupun orang lain. Nilai yang terkandung kedua dari karakter dasar yaitu disiplin merupakan tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan.

Kemudian menurut Wangid (2010: 7) disiplin adalah kemampuan untuk menunjukkan hal yang terbaik dalam segala situasi melalui pengontrolan emosi, kata-kata, dorongan, keinginan dan tindakan. Dan nilai ketiga yang terkandung dalam karakter dasar adalah tidak egois, menurut Sudewo (2011: 73) tidak egois secara harfiah berarti tidak mementingkan diri sendiri. Tidak egois melambangkan perilaku baik dan bersahaja. Kesannya rendah hati, mengalah, dan mementingkan pihak yang lebih butuh, lebih banyak, dan lebih bermanfaat. Cukup dengan miliki ketiga nilai ini, seseorang sudah baik mengontrol diri untuk jadi orang baik. Paling tidak, dia sudah sanggup mengurus dirinya sendiri. Karena karakter dasar merupakan fondasi. Baik buruknya, maju mundurnya, santun liarnya serta dermawan tamaknya seseorang ditentukan dari sini.

 

Karakter pokok kedua, karakter unggul, dibentuk oleh tujuh sifat baik, yaitu:

Ikhlas, sabar, bersyukur, bertanggungjawab, berkorban, perbaiki diri, sungguh-sungguh. Ketujuh sifat baik ini harus dilatih sehingga menjadi perilaku sehari-hari. Bagi yang karakter dasarnya sudah terdidik, pembentukan karakter unggul menjadi lebih mudah. Dia sudah memiliki modal yang kuat. Sementara karakter pokok ketiga, karakter pemimpin, memiliki sembilan nilai nilai pembentuk, yaitu: adil, arif, bijaksana, ksatria, tawadhu, sederhana, visioner, solutif, komunikatif, dan inspiratif.

Sama seperti karakter-karakter sebelum-sebelumnya kesembilan nilai pembentuk karakter pemimpin harus dilatih dan didik sehingga menjadi aktivitas keseharian. Tentu saja, keberhasilan pembentukan karakter pemimpin, amat bergantung pada pembentukan dua karakter pokok lainnya, yaitu: karakter dasar dan karakter unggul.

Karakter pilihan merupakan perilaku baik yang berkembang sesuai dengan profesi pekerjaan. Tiap profesi memiliki perilaku karakternya. Tuntutan profesi guru, pada bagian tertentu karakternya berbeda dengan karakter militer. Berbeda lagi karakter dokter dibanding karakter pengacara. Karakter pengusaha tentu antara langit dan bumi bila disandingkan dengan karakter karyawan. Namun yang tidak boleh diabaikan, apapun profesinya, tiap orang harus membangun Karakter Pokok terlebih dahulu. Lebih khusus lagi, mereka wajib memiliki karakter dasar.

 

Dari penjelasan Sudewo dapat disimpulkan bahwa karakter dibedakan dalam dua kategori

Yakni karakter pokok dan karakter pilihan. Karakter pokok dibedakan atas tiga bagaian penting, yaitu karakter dasar, karakter unggul, dan karakter pemimpin. Karakter dasar menjadi inti karakter pokok, yang ditopang oleh tiga nilai yang menjadi sifat dasar manusia; yaitu tidak egois, jujur dan disiplin.

Karakter pokok kedua, yaitu karakter unggul, dibentuk oleh tujuh sifat baik, yaitu: ikhlas, sabar, bersyukur, bertanggungjawab, berkorban, perbaiki diri, dan sungguh-sungguh. Karakter pokok ketiga, yaitu karakter pemimpin, dimana terdiri dari sembilan nilai pembentuk, yaitu: adil, arif, bijaksana, ksatria, tawadhu, sederhana, visioner, solutif, komunikatif, dan inspiratif. Dan kategori karakter yang kedua yaitu karakter pilihan, yaitu perilaku baik yang berkembang sesuai dengan profesi pekerjaan. Sumber : https://bandarlampungkota.go.id/blog/jaring-jaring-kubus/