Kehidupan dan Proses Panjang

Kehidupan dan Proses Panjang

Kehidupan dan Proses Panjang

Kehidupan dan Proses Panjang

Kehidupan dan Proses Panjang

Sepiring nasi yang kita makan, merupakan sebuah hasil dari proses yang amat panjang. Dari mulai pemilihan benih padi, penanaman sampai membuahkan hasil buliran padi, pengolahan menjadi beras, proses ditribusi dan pemasaran melalui penjualan dari tangan ke tangan. Sampai akhirnya kita olah menjadi sepiring nasi yang kita makan. Maka syukurilah setiap nasi yang kita kunyah itu, walaupun tampak sebagai sebuah bentuk yang remeh.

Kehidupan dengan proses panjangnya memberikan makna bagi kita semua. Bahwa segala macam hal yang kita nikmati di dunia ini merupakan hal yang begitu anggun untuk kita syukuri. Bayangkan semua proses panjang dan rumit itu mengajarkan kepada kita sebuah arti bahwa hidup merupakan perjuangan dan usaha, yang membutuhkan sebuah proses yang sulit. Bukan hasil dari sesuatu yang instan. Hidup adalah sebuah perjuangan dan keindahan yang harus kita jaga dan lestarikan dengan berbagai kebaikan.

Belajar dari Thomas Alva Edison, Ia menghabiskan uang 40.000 dolar dalam waktu 2 tahun dan 6000 bahan yang telah diuji. Ia menggabungkan 3000 teori yang telah ada dan meringkasnya menjadi 2 teori saja. Dan akhirnya, setelah menemui kegagalan sebanyak 8889 kali, pada tanggal 21 Oktober 1879, lahirlah lampu pijar listrik pertama yang mampu menyala selama 40 jam. Di tahun 1882, Edison memasang lampu-lampu listrik di jalan-jalan, dan rumah-rumah sejauh 1 km di kota Newyork. Hal ini pertama kalinya didunia, jalan-jalan diterangi oleh cemerlangnya cahaya lampu dan manfaat yang kita tidak dapat hitung saking banyaknya. Thomas Alva Edison merupakan contoh sebuah kehidupan yang produktif, tercatat semasa hidupnya memegang 1.093 paten, orang jenius dan terkaya di zamannya dikarenakan pantang menyerah dalam berproses.

Marilah kita intropeksi diri. Seberapa banyak waktu yang sudah kita buang percuma?. Seberapa banyak menit yang kita pergunakan untuk maksiat?. Seberapa jam waktu yang kita gunakan untuk menunda pekerjaan?. Berapa waktu yang kita gunakan untuk melalaikan kebaikan?. Berapa banyak waktu yang dilakukan untuk melambatkan kegiatan?.

Seiring berlalunya kehidupan fana ini. Mari kita menghargai setiap detik yang kita lewati, karena hidup amatlah berharga. Maka sudah seharusnya kita mengisi hidup ini dengan hal yang positif & produktif. Ingatlah bahwa Allah menciptakan segala sesuatu dengan sebuah proses. Maka kitapun dalam mencapai keindahan dunia dan akhirat ini melalui suatu proses pula. Belajar, berusaha dan bekerja dalam hal yang baik adalah cara kita mensyukuri dan menghamba kepada sang maha pencipta.

Sumber : https://filehippo.co.id/