Kemenhub dorong start up kembangkan teknologi transportasi


Kemenhub dorong start up kembangkan teknologi transportasi

Kemenhub dorong start up kembangkan teknologi transportasi

 

Kementerian Perhubungan mendorong start up (perusahaan rintisan) lokal

untuk mengembangkan teknologi transportasi, baik untuk angkutan darat, udara, maupun perkeretaapian.

“Hari ini saya dengan Balitbang ingin membuka ruang bagi startup, merupakan satu pemikiran inovasi dalam bagian yang tidak terpisahkan dari suatu kerja yang dilakukan oleh pemerintah,” kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam diskusi yang bertajuk “Eksplorasi Potensi Pemanfaatan Inovasi `Start Up` untuk Peningkatan Kinerja Transportasi” di Jakarta, Rabu.

Budi mengatakan bahwa teknologi informasi sudah menjadi gaya hidup masyarakat, termasuk disektor transportasi, sehingga mulai terjadi “disruptive technology” yang digerakkan oleh para pelaku bisnis perusahaan start up.

Dia menambahkan keberadaanya sendiri telah mewarnai berbagai lini aktivitas

manusia secara tidak terstruktur.

“Berbagai terobosan yang bersifat `out of the box` telah banyak dilakukan. Sekarang masyarakat sudah bisa memesan ojek `online`, pesan tiket pesawat dan kereta `online`, pengiriman barang `online`,” tuturnya.

Dia menyebutkan perkembangan perusahaan perintis berdasarkan data startuprngking.com pada akhir Februari 2018, tercatat bahwa Indonesia berada di peringkat empat dunia dengan jumlah perusahaan perintis mencapai 1.716 perusahaan atau di bawah Amerika Serikat (28.821), India (4.753) dan Inggris (2.983) dan kedepannya diperkirakan akan terus meningkat.

“Jika dulu masyarakat mencari-cari kendaraan untuk pergi dari poin A ke poin B

, maka kini justru kendaraan yang menghampiri permintaan masyarakat dengan adanya aplikasi sesuai permintaan atau `on demand apps`,” ujarnya.

Untuk itu, Budi menilai apabila pemerintah tidak membuka diri kepada masyarakat, terutama anak-anak muda untuk berinovasi, maka akan tertinggal.

 

Baca Juga :