Keuntungan Investasi


Keuntungan Investasi

  Keuntungan Investasi

          Capital gain

Yaitu keuntungan dari hasil jual beli saham berupa kelebihan nilai jual dari nilai beli suatu saham.

          Deviden

Yaitu keuntungan perusahaan yang dibagikan kepada pemegang saham .

  1. Resiko Investasi

          Capital loss

Yaitu kebalikan dari capital gain, yaitu suatu kondisi dimana investor menjual saham yang dimilikinya dibawah harga beli.

Keuntungan Investasi

          Risiko likuidasi

Perusahaan yang sahamnya dimiliki, dinyatakan bangkrut oleh pengadilan atau perusahaan tersebut dibubarkan. Ini merupakan resiko yang terberat bagi pemegang saham. Untuk itu seorang pemegang saham dituntut untuk secara terus menerus mengikuti perkembangan dari perusahaan yang sahamnya dimiliki.

  1. Investasi Konvensional Vs Syari’ah

Dalam investasi konvensional hubungan investasi dan tabungan dihubungkan oleh peran bunga dalam perokonomian. Sehingga bunga menjadi tolak ukur fluktuasi yang terjadi di investasi dan tabungan. Ketika bunga (simpanan maupun pinjaman) tinggi maka kecenderungan tabungan akan meningkat, sementara investasi relatif turun.

Sedangakan dalam investasi Islam, investasi bukanlah melulu bercerita tentang berapa keuntungan yang bisa didapat melalui investasi tersebut, tapi ada beberapa faktor yang mendominasi motivasi dalam Islam, yaitu:

          Akibat implementasi mekanisme zakat maka aset produktif yang dimiliki seseorang pada jumlah tertentu akan selalu dikenakan zakat, sehingga hal ini akan mendorong pemiliknya untuk mengelolanya melalui investasi.

          Aktivitas investasi dilakukan lebih didasarkan pada motivasi sosial yaitu membantu sebagian masyarakat yang tidak memiliki modal namun memiliki kemampuan berupa keahlian dalam menjalankan usaha, baik dilakukan dengan bersyarikat maupun dengan berbagi hasil.

  1. Konsep Syari’ah
  2. Pengertian syari’ah

Menurut bahasa, syari’at atau syari’ah berarti: jalan ( jalan ke mata air, jalan yang harus ditaati ).

Menurut istilah, syari’ah adalah semua peraturan yang bersumber dari Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah, yang meliputi cara-cara manusia berhubungan dengan sesamanya serta lingkungannya ( mu’amalah ). Sedangkan menurut istilah para ulama Fiqh, syari’ah adalah menetapkan norma-norma hukum untuk menata kehidupan manusia baik dalam hubungannya dengan Tuhan, maupun dengan umat manusia lainnya.

Menurut Imam Abu Hanifah ( pendiri mazhab Hanafi ) , syari’ah adalah semua yang diajarkan oleh nabi Muhammad s.a.w yang bersumber pada wahyu Allah. Hal ini tidak lain adalah bagian dari ajaran Islam. Sedangkan menurut Imam Idris As-Syafi’i ( pendiri mazhab Syafi’i ), syari’ah adalah peraturan-peraturan lahir batin bagi umat Islam yang bersumber pada wahyu Allah dan kesimpulan-kesimpulan yang dapat ditarik dari wahyu Allah dan sebagainya. Peraturan itu mengenai cara bagaimana manusia berhubungan dengan Allah dan dengan sesama  makhluk lain selain manusia.

  1. Tujuan syari’ah

Menurut al-Ghazali, tujuan syari’ah bagi manusia adalah untuk meningkatkan kesejahteraan seluruh manusia yang terbagi atas lima faktor, yaitu: menjaga agama, menjaga nyawa/kehidupan, menjaga akal/pikiran, menjaga keturunan/generasi, menjaga harta benda

  1. Prinsip Syari’ah Dalam Investasi

Secara umum, prinsip syari’ah dalam ekonomi harus didasarkan pada konsep tauhid, keadilan, ihsan, ikhtiyar, dan kewajiban.

Lebih khusus lagi, agar sesuai dengan aturan dan norma Islam, lima unsur keagamaan diatas menurut Mervyn K. Lewis & Latifa M. Algaoud, harus diterapkan dalam perilaku investasi, yaitu:

          Tidak ada transaksi keuangan berbasis riba.

          Pengenalan pajak religius atau pemberian sedekah, zakat.

          Pelarangan produksi barang dan jasa yang bertentangan dengan hukum Islam.

          Penghindaran aktivitas ekonomi yang melibatkan maghrib (maysir, gharar, dan riba).

          Penyediaan takaful.

sumber :

https://multiply.co.id/ultimate-dog-simulator-apk/