Klasifikasi Ayat-ayat dan Surat-surat Al-Qur’an


Klasifikasi Ayat-ayat dan Surat-surat Al-Qur’an

Klasifikasi Ayat-ayat dan Surat-surat Al-Qur’an

Klasifikasi Ayat-ayat dan Surat-surat Al-Qur’an

Untuk mengetahui dan menentukan makkiyah dan madaniyah

para ulama bersandar pada dua cara utama: sima’i naqli (pendengaran seperti apa adanya) dan qiyashi ijtihad (bersifat ijtihad). Cara pertama berdasarkan pada riwayat shahih dari para sahabat yang hidup pada saat dan menyaksikan turunnya wahyu, atau dari para tabi’in yang menerima dan mendengar dari para sahabat  bagaimana, dimana dan peristiwa apa yang berkaitan dengan turunnya wahyu itu.

Cara qiyashi ijtihad didasarkan pada ciri-ciri makkiyah dan madaniyyah. Apabila dalam surat makkiyah terdapat suatu ayat yang mengandung sifat madani atau mengandung peristiwa madani, maka dikatakan ayat itu madani. Begitu pula sebaliknya apabila dalam surat madaniyah terdapat suatu ayat yang mengandung sifat makki atau peristiwa makki, maka ayat tadi dikatakan sebagai ayat makkiyah. Oleh karena itu, para ahli mengatakan, “setiap surat yang dalamnya mengandung kisah para nabi atau uamt-umat terrdahulu, maka surat itu adalah makkiyah.dan seretiap surat di dalamnya mengandung kewajiban atau ketentuan hukum, maka surat itu adalah madaniyah.

Untuk membedakan makkiyah dana madaniyah, para ulama mempunyai tiga macam pandangan yangmasing-masing mempunyai dasar-dasarnya sendiri.

  1. Dari segi waktu turunnya
  2. Dari segi tempat turunnnya
  3. Dari sisi sasarannya

Para ulama antusias untuk menyelidiki surat-surta makkiyah dan madaniyah. Mereka meneliti al-qur’an ayat demi ayat dan surat demi surat untuk ditertibkan sesuia dengan turunnya, dengan memperhatikan waktu , tempat danpola kalimat. Lebih dari itu mereka mengumpulkan antara waktu, tempat dan pola kalimat. Abul qasim al-hasan bin Muhammad bin habib an-naisaburi menyebutkan dalam kitabnya at-tanbih’ala fadhli ulum al-qur’an, “di antara ilmu-ilmu al-qur’an yangpaling mulia adalah ilmu tentng nuzul al-qur’an dan sekitarnya. Seperti yang diturunkan di waktu malam/siang, diturunkan secara bersama-sama atau yang turun secara tersendiri, ayat-ayat makkiyah dalam surat-surat madaniyah dan sebaliknya, serta ayat-ayat yang diperselisihkan antara madani dan makki. Orang yang tidak mengetahui dan tidakp dapat membedakannya ia tidak berhak berbicara tentang al-qur’an. Ada tiga tahap dalam masa turunnya al-qur’an di mekah menurut abu qasim yaitu tahap permulaan, tahap pertengahan dan tahap penghabisan.

  1. Tahap permulaan di mekah ( marhala ibtidaiyyah)
  2. Surat al-alaq [96]
  3. Surat almudatsir [74]
  4. Surat at-takwir [81]
  5. Surat al-a’la [87]
  6. Surat al-lail [92]
  7. Surat al-insyirah[94]
  8. Surat al-‘adiyat [100]
  9. Surat at-takwir [102
  10. Surat an-najm [53]
  11. Tahap pertengahan di mekah (marhalah mutawassithah)
  12. Surat ‘abasa [80]
  13. Surat ath-thin  [95]
  14. Surat al-qori’ah [101]
  15. Surat al-qiyamah [75]
  16. Surat al-mursalat [77]
  17. Surat al-balad [90]
  18. Surat al-hijr [15]
  19. Tahap penghabisan di mekah (marhalah khataniyah)
  20. Surat ash-shaffat [37]
  21. Surat al-dzuhkruf [43]
  22. Surat ad-dukhon [44]
  23. Surat adz-dzariyat [51]
  24. Surat al-kahfi [18]
  25. Surat Ibrahim [14]
  26. Surat as-sajdah [32]

Tiga tahap tersebut tampak jelas tanda-tanda kemakkiyahannya karena dalam  hal susunan kalimatnya, masing-masing tampak sebagai kesatuan wawasan yang terjadi dengan sendirinya.

Adapun madaniyah ada dua puluh surat, yaitu:

  1. Al-baqarah                      k.  Al-hujurat
  2. Ali-imran                                    l.   Al-hadid
  3. An-nisa                           m. Al-mujadilah
  4. Al-maidah                       n.  Al-hasyr
  5. Al-anfal                           o.  Al-mumtahanah
  6. At-taubah                                    p.  Al-jumu’ah
  7. An-nur                            q.  Al-munafiqun
  8. Al-ahzab                         r.   Ath-thalaq
  9. Muhammad                     s.   Ath-thahrim
  10. Al-fath                            t.    An-nashr

Sedangkan yang  diperselisihkan ada dua belas surat, yaitu:

  1. Al-fatihah                       g.  Al-qadr
  2. Ar-ra’d                            h.  Al-bayyinah
  3. Ar-rahman                      i.   Az-zalzalah
  4. Ash-shafh                       j.   Al-ikhlas
  5. Ath-taghabun                  k.  Al-falaq
  6. Al-mutaffifin                   l.   An-nas

Sumber: https://blog.fe-saburai.ac.id/seva-mobil-bekas/