Komponen Kimiawi dalam Sebuah Sel

Komponen Kimiawi dalam Sebuah Sel

kalian dulu berandai-andai nggak, sih, tubuh kita ini tersusun dari apa saja, ya? Eh, tubuh kita ini tersusun dari banyak komponen, lho, nggak cuma lemak saja seperti yang di anggap banyak orang sepanjang ini. Salah satu komponen yang menyusun tubuh kita adalah Sel. Eits, ini bukan group band favorit kalian yang dari Jogja itu, ya! Hahaha. Di dalam setiap sel yang menyusun tubuh kita, tersedia komponen kimiawi yang berperan penting, lho. Apa saja komponen kimiawi dalam sebuah sel?

tahukah kamu, ternyata tersedia 2 type komponen kimiawi dalam sebuah sel, lho! Komponen selanjutnya adalah komponen organik dan komponen anorganik. Wah, tersedia banyak nih kayaknya? Hehehe emang banyak, Squad. Tapi gak usah khawatir! Akan dibahas satu-satu ya. Apa saja sih yang menyusun baik komponen organik dan komponen anorganik tersebut?

Komponen Organik

Sesuai bersama dengan gambar di atas, komponen organik terdiri dari karbohidrat, protein, lemak, dan asam nukleat. Kira-kira, masing-masing dari mereka perannya seperti apa, ya? Yuk, review penjelasannya di bawah ini!

Karbohidrat

Ketika kalian mendengar kata karbohidrat, yang terbayang pertama kali pasti makanan seperti mie, nasi, atau kentang, kan? Nah, karbohidrat dalam sel, bentuknya nggak kayak gitu, lho, Karbohidrat sendiri terdiri atas unsur C, H dan O bersama dengan rumus empiris Cn(H2O)n. Dalam sebuah sel, karbohidrat berguna sebagai pembentuk struktur sel, komponen penyusun DNA, dan juga untuk menghasilkan energi. Oh iya, berdasarkan gugus gulanya, karbohidrat dibagi kembali jadi dua jenis, yakni monosakarida (1 gugus gula), disakarida (2 gugus gula) dan polisakarida (lebih dari 2 gugus gula). Jangan hingga lupa, ya!

Protein

Komponen organik sel yang ke dua adalah protein. Kalau dengar kata protein, pasti ingat telur kan? Tapi dalam konteks ini, kita nggak membicarakan berkenaan telur, ya! Protein disusun oleh asam amino dan berperan sebagai salah satu penyusun membran sel, menopang transport substansi tertentu, dan mempercepat reaksi kimia dalam sel. Reaksi kimia selanjutnya berjalan dalam wujud protein fungsional, yakni enzim.

Lemak

Lemak terhitung turut berperan dalam sebuah sel, lho! Lemak tersusun oleh asam lemak dan gliserol. Lemak berguna sebagai komponen utama penyusun membran plasma.

Asam Nukleat

Dalam sebuah sel, asam nukleat tersusun oleh nukleotida. Ternyata, asam nukleat terdiri dari DNA dan RNA. Asam nukleat itu sendiri berperan dalam menyesuaikan pewarisan karakter dan sintesis protein. Wah, jadi ini dia nih, yang berperan di balik sistem pewarisan karakter kita!

Komponen Anorganik

Setelah pada mulanya membicarakan berkenaan komponen organik, sekarang kita lanjut ke komponen anorganik, ya! Masih ingat nggak, tersedia komponen anorganik apa saja? Yap, tersedia air, vitamin, dan mineral. Kuy, kita bahas satu persatu!

Air

Komponen anorganik pertama adalah air. Tahukah kamu, air merupakan komponen kimiawi sel yang komposisinya paling banyak. Fungsi air dalam sel adalah sebagai pelarut bahan organik dan anorganik dan juga mempercepat reaksi biologi dalam sel. https://www.biologi.co.id/

Vitamin

Dalam sel, vitamin berperan sebagai katalisator yang berguna untuk mempercepat reaksi kimia dalam sel. Macam-macam vitamin diantaranya adalah A, D, E, K, B dan C. Ada yang ingat fungsi dari masing-masing vitamin tersebut?

Mineral

Komponen anorganik yang terakhir adalah mineral. Mineral berperan dalam kegiatan metabolism sel , pengatur kerja enzim dan juga pelihara tekanan osmosis sel. Wah, banyak terhitung ya, tugasnya mineral!