Kualitas Udara

Kualitas Udara

Kualitas Udara

Kualitas Udara

Kualitas Udara

Debu merupakan persoalan diberbagai lokasi, tetapi yang terparah terdapat di areal pembuatan particleboard dan pabrik kayu lapis. Tidak ada pengawasan debu yang dilaksanakan saat ini, walaupun debu membahayakan lingkungan dan kesehatan serta keamanan. Selain itu, bahan kimia yang digunakan dalam proses pembuatan lem dan penggunaan lem, baik di pabrik kayu lapis atau di areal pembuatan particleboard menimbulkan persoalan kualitas udara.

Sejumlah cerobong asap di lapangan berhubungan dengan ketel yang menjalankan diesel, pembakaran limbah kayu dan debu gergajian, dan juga tempat pembakaranbuangan limbah. Cerobong-cerobong ini menghasilkan asap pencemar dalam jumlahyang besar dan karenanya memerlukan pengawasan. Program pengawasan cerobongasap telah tertinggal oleh program EMS saat audit. Tetapi pada rapat selanjutnyadengan staf lapangan (tanggal 19 Oktober 2000) program pengawasan cerobong asapdirekomendasikan pada tanggal 11 Oktober 2000. Pengawasan dilakukan oleh BPPI tetapi hasilnya belum tersedia.

Areal luas yang sebelumnya digunakan sebagai lahan penimbunan kulit kayu dan limbah kayu, sebagai bagian dari upaya reklamasi sebagian tanah rawa di lokasi,dibakar. Aktifitas ini menyebarkan banyak asap ke atmosfer.

BVQI mencatat tidak ada pengawasan vibrasi atau bau yang dilaksanakan saat ini. Perusahaan mengalami kesulitan dalam mengorganisasi pengawasan karena hanya dua organisasi di Indonesia yang dianggap mampu melakukan monitoring jenis ini. Organisasi-organisai ini didekati dan diminta untuk melaksanakan pengawasan tersebut pada tanggal 20 Oktober 2000. Tanggal itu telah berlalu tetapi monitoring tersebut tidak pernah dilaksanakan.

Rekomendasi :

  1. Limbah kayu

Manajemen seharusnya menanggapi persoalan limbah kayu sebagai sesuatuyang bersifat mendesak karena hal ini merupakan persoalan yangberhubungan langsung dengan kelangsungan akreditasi ISP 14001. Hal iniharus menggabungkan tinjauan menyeluruh dari rata-rata pemerolehankayu berdasarkan semua proses dari saat kedatangan kayu sampai padapengolahan akhir, dan juga keefektifan mesin pengolahan yang digunakan.Hasil-hasil tinjauan ini bisa dipakai untuk mengidentifikasikan areal-arealyang mempunyai buangan terbesar dan bisa dipakai untuk meningkatkan rata-rata pemerolehan.

Distribusi kayu harus juga diperhatikan, karena sejumlah besar kayuolahan di lapangan nampaknya ditimbun dalam jangka waktu lama, yangterbuka bagi elemen-elemen tersebut. Akibatnya, tumpukan-tumpukan iniakan berkurang nilainya.

  1. Air

– Pengujian Kualitas Air di Saluran Air

Pengujian kualitas air di saluran air permukaan dekat areal-areal pemrosesan menunjukkan tingkat polutan yang meninggi. Persoalan inimemerlukan perhatian segera untuk mengembalikan tingkatan tersebut kebatas-batas yang diperbolehkan. Sebagai alternatif, air limbah dari parit-paritpenampungan ini harus menjadi bagian dari sistem drainase yang tertutupdan dialihkan ke pusat pengolahan limbah cair di lapangan untuk perlakuan.

– Pemeliharaan Saluran Air Permukaan

Saluran air permukaan di lokasi pabrik diketahui memilikikotoran dan lapisan berminyak di beberapa tempat. Saluran-saluran inilangsung berhubungan ke sungai Barito dan mudah kebanjiran. Dimana saluran ini ditutup, penutup betonnya harus diperbaiki, dan langkah-langkahlanjutan harus diambil untuk menjamin bahwa saluran-saluran ini tidaktercemar. Jika terdapat polusi di saluran-saluran ini, air limbah harus dipindah dan diolah di pusat pengolahan air limbah.

  1. Kualitas udara

– Debu

Debu dipandang sebagai masalah di lapangan, baik selama audit inidan selama audit BVQI. Direkomendasikan agar pengawasan debudilaksanakan dengan mengimplementasikan prosedur-prosedur penguranganemisi debu di udara

– Pengawasan Kualitas Udara

Pengawasan kualitas udara harus dilaksanakan dan hasilnyaditindaklanjuti seperti yang ditentukan, dengan mengurangi ju

Sumber : https://synthesisters.com/