Landasan Teoritis


A. Landasan Teoritis

 

Di era globalisasi ini setiap manusia memerlukan informasi. Informasi menjadi  kebutuhan sehari-hari seperti kebutuhan sembilan bahan pokok, merupakan komoditas ekonomi, sumber mata pencarian, serta senjata yang efisien dan efektif  untuk menghadapi persaingan di era global yang semakin kompetitif dan berat.

Informasi sebagai kebutuhan artinya harus dipenuhi, seperti kebutuhan pokok (primer), sejajar dengan kebutuhan pangan, sandang, papan, pendidikan, dan kesehatan. Informasi menjadi kekuatan, yaitu bagi siapa yang menguasai informasi, dialah yang dapat mengalahkan persaingan dalam berbagai bidang. Hanya orang yang mempunyai wawasan dan pengetahuan luas dapat menjawab pertanyaan soal-soal tes masuk menjadi siswa, mahasiswa, dapat beasiswa, dan masuk kerja di instansi pemerintah ataupun swasta. Tanpa informasi manusia akan pasif, tertinggal oleh perkembangan jaman karena tidak mengetahui perkembangan yang terjadi di sekitarnya.

Perpustakaan sebagai salah satu sumber informasi mempunyai peran sangat penting. Informasi yang akurat, serta sesuai dengan apa yang diinginkan pengguna akan sangat membantu pengguna dalam menelusuri informasi yang dibutuhkan.

Perpustakaan yang baik selalu siap menjawab setiap persoalan penggunanya, baik dari segi informasi maupun kualitas pelayanannya. Koleksi bahan pustaka yang memadai kemudian didukung oleh pelayanan pustakawan yang handal akan menjadi faktor penting dalam kepuasan pengguna dan membantu pemustaka mendapatkan informasi yang diinginkan.

 Pelayanan bahan pustaka di perpustakaan merupakan ujung tombak dari kegiatan perpustakaan, pelayanan bahan pustaka sangat mempengaruhi keberhasilan suatu perpustakaan karena pelayanan bahan pustaka merupakan interaksi langsung antara pengguna perpustakaan dengan pustakawan.

Dalam hal pelayanan, pustakawan harus mementingkan kepentingan penggunanya, serta handal dalam mengelola perpustakaan. Dengan memiliki berbagai kemampuan dan keahlian tersebut seorang pustakawan akan mampu memberikan pelayanan yang baik kepada penggunanya.

Selain menguasai beberapa keahlian tersebut seorang pustakawan harus memiliki kemampuan komunikasi yang baik. Kemampuan berkomunikasi yang baik akan memudahkan perpustakaan dalam menjalin hubungan baik dengan pengguna perpustakaan dan dengan perpustakaan lain.

B. Sejarah perpustakaan

Perjalanan perpustakaan diperkirakan sudah ada sejak 5000 tahun yang lalu, perpustakaan memiliki beberapa prinsip yaitu diciptakan oleh masyarakat, dipelihara oleh masyarakat, terbuka untuk semua orang, harus berkembang dan pengelolaannya harus orang yang berpendidikan. Perpustakaan berasal dari kata pustaka yang artinya kitab atau buku. Perpustakaan dalam bahasa Arab berarti maktabah, bibliotheca (bahasa Italia), bibliotheque (bahasa Perancis), bibliothek (bahasa Jerman), bibliotheek (bahasa Belanda) Akar kata library adalah liber (bahasa latin) artinya buku, sedangkan akar kata bibliotheek adalah biblos yang artinya buku (Yunani), sebagai bentuk lanjut perkembangan kata ini, dalam kehidupan sehari-hari sering dikenal Bible artinya Alkitab. Dengan demikian istilah perpustakaan selalu dikaitkan dengan buku atau kitab. Jadi tidak mengherankan apabila definisi perpustakaan selalu mengacu pada buku dan segala. Sebuah perpustakaan mempunyai ciri-ciri dan persyaratan tertentu seperti tersedianya ruangan atau gedung yang digunakan khusus untuk perpustakaan, adanya koleksi atau bahan bacaan dan sumber informasi lainnya, adanya petugas yang menyelenggarakan kegiatan dan melayani pengguna perpustakaan, adanya komunitas masyarakat pengguna perpustakaan, diterapkan suatu sistem atau mekanisme tertentu yang merupakan tata cara, prosedur, dan aturan agar segala sesuatu yang berhubungan dengan kegiatan perpustakaan dapat berjalan dengan lancar, adanya sarana dan prasarana yang diperlukan antara lain; meja, gedung, komputer, dan lain-lain

 

Sumber :

https://callcenters.id/