Mahasiwa PKN Pamerkan Produk Wedang Siwalan dan Arang Serbuk Kayu

Mahasiwa PKN Pamerkan Produk Wedang Siwalan dan Arang Serbuk Kayu

Mahasiwa PKN Pamerkan Produk Wedang Siwalan dan Arang Serbuk Kayu

Mahasiwa PKN Pamerkan Produk Wedang Siwalan dan Arang Serbuk Kayu

Mahasiwa PKN Pamerkan Produk Wedang Siwalan dan Arang Serbuk Kayu

Mahasiswa Institut Agama Islam (IAI) Al-Khairat Pamekasan, memamerkan produk

pemberdayaan buah siwalan melalui olahan ‘Wedang Siwalan’, serta arang serbuk kayu sebagai sumber energi baru bernilai ekonomis.

Hal tersebut dilakukan dalam kegiatan sosialisasi program unggulan yang digagas Mahasiswa

Mengabdi dalam rangka Perkuliahan Kerja Nyata (PKN) XXIV IAI Al-Khairat Pamekasan, Posko 2 di Desa Bangkes, Kecamatan Kadur, Minggu (28/7/2019).

“Sosialisasi ini kami anggap sangat penting, karena disini cukup banyak pohon siwalan. Namun justru tidak dimanfaatkan dan dikelola maksimal, padahal keberadaan pohon ta’al (versi Madura) ini sangat berpotensi untuk menunjang sektor perekonomian masyarakat,” kata Koordinator Kelompok 2 PKN IAI Al-Khairat Pamekasan, Mutmainnah.
Wedang Siwalan, produk mahasiswa IAI Al-Khairat Pamekasan, dalam program Mahasiswa Mengabdi 2019 di Desa Bangkes, Kecamatan Kadur.

Sosialisasi tersebut sebagai upaya memamerkan potensi berbeda dari desa yang mereka tempati

sebagai lokasi pengabdian. “Prinsipnya tujuan dari sosialisasi ini untuk membantu perekonomian masyarakat di Desa Bangkes, Kadur, melalui pemanfaatan SDA yang sebelumnya hanya dibuang dan tidak dimanfaatkan,” ungkapnya.

“Berdasar hasil observasi dan wawancara yang kami lakukan bersama masyarakat, ternyata di desa ini sangat banyak pohon siwalan dan hal itu kami anggap sebagai salah satu potensi penting. Apalagi selama ini keberadaan pohon siwalan hanya dimanfaatkan sebagian saja, daunnya dijadikan tikar dan buah yang muda dijual. Lainnya dibuang sia-sia, kan mubadzir,” jelasnya.

Dari itu pihaknya berupaya memaksimalkan potensi tersebut dengan mensosialisasikan pengolahan berbeda berdasar sumber pengetahuan yang mereka ketahui. “Buah yang sudah terlalu kering (tua) dan hanya dibuang, kita olah menjadi kopi, sehingga bisa bermanfaat bagi masyarakat di Desa Bangkes, Kadur,” jelasnya.

Sumber :

https://education.microsoft.com/Story/CommunityTopic?token=HORwW