Mantap, Drone dan Pesawat Capung Rakitan ITB Juara di Singapura

Mantap, Drone dan Pesawat Capung Rakitan ITB Juara di Singapura

Mantap, Drone dan Pesawat Capung Rakitan ITB Juara di Singapura

Mantap, Drone dan Pesawat Capung Rakitan ITB Juara di Singapura

Mantap, Drone dan Pesawat Capung Rakitan ITB Juara di Singapura

Sepasang wahana terbang buatan tim mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB), Jawa Barat

menjadi juara dalam sebuah lomba di Singapura. Pesawat drone dan flapping wing seperti capung mereka buat untuk bekerjasama dalam misi lomba.

“Drone mengangkat flapping wing terus dilepas terbang di udara,” kata Rizky Agung, ketua tim Dirgantara Project.

Tim mahasiswa Teknik Dirgantara ITB angkatan 2015 dan 2017 itu beranggotakan Rizki Duatmaja Damardayu A.H., Muhammad Nur Badruddin, dan Arifian Sandovic P. Mereka mengikuti Singapore Amazing Flying Machine Competition (SAFMC) 2019 yang berlangsung 14-23 Maret 2019 di ITE College Central, Singapura.

Gelar juara mereka raih pada kategori E yaitu Unconventional yang terbuka untuk umum.

“Unconventional berarti desainnya anti-mainstream,” kata Agung seperti dikutip laman ITB

, itb.ac.id.

Tim harus merancang dan membuat wahana seunik mungkin dengan kreativitas sendiri. Tim ITB yang dibimbing dosen Mochammad Agoes Moelyadi menawarkan konsep Modular Drone dan Flapping Wing. Modular Drone ini mempunyai empat lengan dan bisa dibongkar pasang.

Benda terbang itu pun dipasangi roda sehingga bisa berjalan seperti mobil. Mobil dilengkapi lampu LED sebagai kode.

“Misalkan lampu berwarna merah, itu menunjukkan ada bahaya di daerah sekitar drone

tersebut,” kata Agung.

Saat lomba, drone harus terbang membawa kotak obat ke orang yang terluka melalui rintangan. Begitu mendarat, drone yang dipasangi roda itu melaju sambil membersihkan rintangan yang ada di jalan.

Pada misi kedua saat lomba, drone membawa pesawat flapping wing yang seperti capung lalu dilepaskan di udara. Pesawat seberat 20 gram itu dilengkapi kamera yang terhubung dengan monitor di darat. Tugasnya memantau suatu daerah yang tak terjangkau oleh drone.

Karya mahasiswa ITB itu mengungguli tim lain dari Thailand, Singapura, dan Hongkong.

 

Sumber :

http://syifa.student.ittelkom-pwt.ac.id/sejarah-nkri/