Mengatasi Rasa Minder Pada Anak

Mengatasi Rasa Minder Pada Anak

Beberapa teknik di bawah ini dapat dipakai orang tua untuk menolong anak menanggulangi rasa minder.

1. Motivasi

Rasa minder dapat saja diakibatkan kurangnya sokongan dari lingkungan terhadap aktivitasnya. Orang tua dapat memulai semangat dengan mengisahkan kisah-kisah berisi inspirasi dari tokoh-tokoh familiar atau menceritakan cerita orang-orang terdekat yang sukses mencapai suatu keberhasilan.

Misalnya menceritakan cerita teman kita yang semula seorang pemalu di depan ruang belajar kemudian saat menanggulangi rasa takut, dirinya sukses menjadi seorang public speaker. Cerita-cerita seperti tersebut akan membangunkan rasa percaya diri secara perlahan.

2. Pancing guna berkarya atau beraktivitas

Umumnya orang tua dapat menyaksikan bakat si buah hati semenjak usia 3-4 tahun. Di usia itu dirinya telah menunjukan minat pada bidang tertentu, contohnya menggambar atau berolahraga.

Pancinglah anak guna melakukan kegiatan yang cocok dengan minatnya. Misalnya andai anak suka menggambar, berikanlah kitab gambar dan biarkan dirinya menggambar masing-masing hari.

3. Beri apresiasi

Berikanlah apresiasi atau pujian saat anak menunjukan keberaniannya atau kegiatan yang positif. Misalnya saat dirinya berani berkata di depan orang tidak sedikit atau menuntaskan sebuah gambar. Pujian atas hasil kerja atau aktivitasnya dapat menambah rasa percaya diri anak.

4. Melatih keterampilan bicara

Ketika menginjak lingkungan baru, paling penting untuk anak guna dapat berkomunikasi dengan rekan sebayanya. Melatih kemampuannya berkata dapat Anda kerjakan di lokasi tinggal setiap hari.

Jika sang anak belum mempunyai teman di sekolahnya, doronglah guna mempraktikkan hasil latihan berkata di rumah. Ketika telah mulai berani berkomunikasi dengan rekan sebayanya, lambat laun anak bakal berani mengutarakan pendapatnya di depan tidak sedikit orang. Latihan berkomunikasi sangat menolong untuk menanggulangi rasa minder.

5. Hindari pemberian predikat atau labeling

Mungkin untuk orang dewasa, ialah hal yang lumrah saat kita menyinggung seorang anak yang tidak cukup percaya diri dengan sebutan ‘si pendiam’ atau ‘si pemalu’. Namun, tidak sedikit pakar menyarankan supaya menghindari pemberian label untuk anak kecil, sebab pada dasarnya tidak terdapat anak yang hendak disebut pemalu.

Jika pemberian predikat atau labeling ini diteruskan begitu saja, maka sebutan itu akan tertanam dalam kepalanya dan memberi cap pada dirinya sendiri dengan sebutan ‘pemalu’. Situasi itu akan menghambat perkembangannya dan memperburuk rasa minder pada anak.

6. Ajak ke acara-acara yang mempertemukannya dengan tidak sedikit orang

Untuk mengajar kemampuannya berinteraksi dan menjalin relasi, maka sang anak mesti tidak jarang bertemu dengan tidak sedikit orang. Interaksi yang terjadi sekitar di lokasi tersebut bakal menumbuh rasa percaya diri anak guna berkomunikasi dan bertemu rekan baru.

Jika anak sudah percaya diri ketika berinteraksi dengan orang di sekitarnya, perilaku itu akan menjadi kelaziman dan secara perlahan sifat mindernya bakal memudar.

Sumber : http://www.rockstar98.com/out/www.pelajaran.co.id