Mengenal Tentang Kekuatan Politik

Mengenal Tentang Kekuatan Politik

Mengenal Tentang Kekuatan Politik

Mengenal Tentang Kekuatan Politik

Mengenal Tentang Kekuatan Politik

A.    Pengertian Kekuatan Politik

Kekuatan politik dipandang sebagai gejala yang selalu terdapat dalam proses politik, namun tidak ada kesepakatan mengenai konsepsi makna kekuatan politik diantara para ilmuwan politik. Beberapa menganjurkan untuk meninggalkan konsep kekuatan karena bersifat kabur dan berkonotasi emosional, namun politik tanpa kekuasaan maupun kekuatan bagaikan agama tanpa moral. Berikut ini pengertian kekuatan politik menurut para pakar ilmu politik :
  • Miriam Budiarjo (1988:52) Mengatakan bahwa yang diartikan dengan Kekuatan- kekuatan politik adalah bisa masuk dalam pengertian Individual maupun dalam pengertian kelembagaan. Dalam pengertian yang bersifat individual, kekuatan-kekuatan politik tidak lain adalah aktor-aktor politik atau orang-orang yangmemainkan peranan dalam kehidupan politik. Orang-orang ini terdiri dari pribadi- pribadi yang hendak mempengaruhi proses pengambilam keputusan politik. Dansecara kelembagaan di sini kekuatan politik sebagai lembaga atau organisasi ataupun bentuk lain yang melembaga dan bertujuan untuk mempengaruhi proses pengambilankeputusan dalam sistem politik.
  • Baktiar Efffendi (2000: 197) : Mengemukakan bahwa kekuatan-kekuatan politik adalah segalah sesuatu yang berperan dan berpengaruh serta terlibat secara aktif didalam dunia politik. Beliau juga membagi kekuatan politik menjadi dua sub bagian besar, yakni kekuatan politik formal dan kekuatan politik non-formal.

B. Penggolongan Kekuatan Politik

Golongan yang bermain di dalam mencari penyelesaian persoalan-persoalan yang dihadapi oleh sistem politik tidak lagi didasarkan pada golongan Infrastruktur politik dan sufrastruktur politik, partai dan bukan partai. Akan tetapi, kekuatan politik dikategorikan ke dalam golongan ‘radikal’, ‘konservatif’, dan ‘moderat’.
  1. Golongan Radikal Dalam menegakkan suatu kestabilan, hendaklah dilakukan oleh mereka yang bersih dari pengaruh Orde Baru. Pemuka dalam golongan radikal ini datang dari kalangan yang lebih condong untuk berpaling ke Barat dalam mengambil contoh untuk mengatur kehidupan politik dan ekonomi di Indonesia.
  2. Golongan Konservatif lebih diwarnai oleh politik sipil juga menghendaki pembersihan terhadap sisa-sisa rezim Orde Baru, namun menghendaki peranan yang besar dalam politik Indonesia. Golongan ini menghendaki pembangunan yang benar-benar didasarkan kepada kekuatan modal dari dalam negeri. Golongan Konservatif melihat bahwa pengaturan masyarakat lebih baik menggunakan unsur yang terdapat di dalam masyarakat sendiri, serta pengambilan keputusan melalui musyawarah dan mufakat.
  3. Sementara itu, Golongan Moderat lebih memilih suatu pengambilan keputusan melalui tradisi yang khas Indonesia.

C.    Fungsi Kekuatan Politik

Kekuatan Politik adalah Segala sumber daya politik yang digunakan seseorang untuk memperoleh dan mempertahankan kekuasaan.
Fungsi Kekuatan Politik yaitu :
  1. Mempengaruhi kebijakan mulai dari proses pembuatan sampai jalannya kebijakan tersebut.
  2. Keseimbangan kekuatan .
  3. Agregator dan artikulator kepentingan Pendekatan Analisa Kekuatan Politik meliputi :
  • Struktural Pendekatan yang melihat peran dan fungsi sesorang/masyarakat dalam sebuat struktur/sistem. Struktur : kinerja.
  • Perilaku (Behavior) – Konflik – Konflik tak selamanya negative – Aktor.

D. Birokrasi menjadi Kekuatan Politik di Era Reformasi

Birokrasi sebagai kekuatan politik di indonesia adalah merupakan bagian dari upaya untuk melangengkan hubungan antara pimpinan dengan birokrat itu sendiri. Paradigma ini yang sering di temukan dalam pemerintahan dalam negara. Kemudian budaya politik yang ada di indonesia adalah budaya paternalistik sehingga ketika pemimpin dari salah satu kelompok atau golongan maka sudah otomatis secara struktural dan secara kultural penempatan orang  dalam birokrasi akan terlaksana seperti sistem kesukuan yang ada dalam pemimpin tersebut. Faktor lain yang mempengaruhi birokrasi sehingga tidak professional partai politik turun mempunyai peran yang sangat besar dalam menetukan orang dalam pemrintahan dan politik. Kondisi ini di hadapi  dalam penyelengaraan pemrintahan yag ada di Indonesia dari era orde lama, era orde baru dan sekarang era reformasi ini. Ini artinya bahwa skil kualitas dari pada pelayanan birokrat di tentukan oleh keputus-keputusan politk dari pemimpin yang berkuasa.
Profesionalisme pelayanan kepada masyarakat hanyalah menjadi sebuah impian yang sampai hari ini terus di mimpikan, sementara perkembagan dunia semakin maju dan birokrasi indonesia masih tertidur lelap.Inilah kondisi riil dari birokrasi di indonesia yang hanya menjadi kekuatan politik untuk kepentingan elit politik dan kelompok atau golongan tertentu  bukan menjadi pengabdian masyarakat yang benar-benar sesuai dengan pangilan hidup sebagai pelayan masyarakat dan hal ini penting menjadi cermi dalam pembinaan mental dan karakter birokrat dan politisi serta elit pemerintah dalam pembangunan politik yang baik dan bermanfaat.

E. Pengaruh Kekuatan Politik di Segala Aspek Bidang

Dari berbagai sumber kekuatan politik, banyak kekuatan politik yang mempunyai pengaruh terhadap berbagai segala aspek elemen dibidang kehidupan masyarakat. Hal ini meliputi masalah pengaruh pembuatan kebijakan, pengaruh di bidang aspek ekonomi, sosial dan budaya dan juga hukum yang semuanya dipengarui oleh kekuatan partai politik, kekuatan politik mahasiswa dan kelompok muda, kekuatan politik golongan cendikiawan, kekuatan politik pengusaha, pers dan sebagainya.
Baca Artikel Lainnya: