Menopause: Gejala, Penyebab, Pengobatan, dll


Menopause: Gejala, Penyebab, Pengobatan, dll

Menopause adalah keadaan normal yang bakal dialami semua wanita sejalan dengan pertambahan usia. Namun, tidak ada langkah yang tentu untuk memprediksi kapan jaman berakhirnya siklus bulanan terhadap wanita. Terkadang, timbulnya keadaan ini mengakibatkan wanita mulai lega dan tidak mesti mengontrol kelahiran, dikarenakan telah tidak bisa hamil kembali. Ladies, yuk simak penjelasan selengkapnya di bawah ini.

Apa Itu Menopause?
Menopause adalah berakhirnya siklus menstruasi terhadap wanita, yang umumnya berjalan terhadap umur kisaran 40 hingga 58 tahun, tapi kebanyakan berjalan di umur 51 tahun. Namun, ini termasuk bisa berjalan lebih awal dikarenakan keadaan medis spesifik dan perawatan, layaknya pengangkatan indung telur.

Menopause merupakan sistem biologi alami dan bukan kasus kesehatan. Tetapi gejala fisik dan gejala secara emosional bisa mengganggu kualitas tidur, menurunkan daya atau merubah kesegaran emosional. Berakhirnya siklus terhadap wanita bisa didiagnosa sesudah tidak lagi mengalami menstruasi selama 12 bulan.

Gejala menstruasi awal keluar sebelum siklus berakhir dan apalagi berjalan selama sebagian tahun. Dampak gejala terhadap kualitas hidup berkisar dari ringan hingga berat.

Manopause bisa berjalan dalam sebagian tahap, berikut di antaranya:

Perimenopause adalah transisi yang dimulai sebelum berkhirnya siklus menstruasi dan termasuk 12 bulan yang mengikuti siklus terakhir.
Menopause mulai selama 12 bulan sesudah siklus terakhir atau ketika menstruasi telah berhenti dikarenakan keadaan medis.
Postmenopause adalah saat sesudah menstruasi berakhir, walau sulit untuk sadar kapan menopause berakhir dan postmenopause dimulai.
Gejala Menopause
Gejala terhadap setiap wanita berbeda-beda dan umumnya lebih kronis ketika menopause keluar secara tiba-tiba atau dalam saat yang lebih singkat. Kondisi ini berdampak terhadap kesegaran indung telur, kanker, histerektomi, dan type hidup spesifik condong bisa menaikkan keparahan dan lamanya gejala.

Selain perubahan menstruasi, gejala perimenopause, menopause, dan postmenopause umumnya sama. Tetapi isyarat awal perimenopause yang paling kerap berjalan di antaranya:

Menstruasi yang jarang atau tidak teratur
Menstruasi yang lebih berat atau lebih ringan dari biasanya
Gejala vasomotor, termasuk hot flashes (75 % wanita mengalami), kemerahan, dan keringat malam
Sementara gejala menopause yang paling kerap termasuk:

Kekeringan terhadap vagina
Penambahan berat badan
Insomnia
Depresi
Sakit kepala
Kegelisahan
Perubahan keadaan hati
Kesulitan berkonsentrasi
Masalah memori
Penurunan libido atau berkurangnya kemauan seksual
Kering terhadap kulit, mulut, dan mata
Sering buang air kecil
Payudara mulai sakit, lunak dan kendur
Jantung berdebar kencang
Infeksi saluran kemih (ISK)
Massa otot berkurang
Nyeri sendi atau kaku
Pengeroposan tulang
Kerontokan rambut
Kapan Harus ke Dokter?
Selama dan sesudah menopause, periksakan ke dokter secara rutin untuk memperoleh perawatan kesegaran yang tepat. Begitupun jika mengalami pendarahan dari vagina sesudah berakirnya siklus menstruasi.

Perawatan kesegaran secara preventif sejalan pertambahan umur mungkin dianjurkan untuk tes skrining kesehatan, layaknya mammografi, dan skrining trigliserida. Dokter mungkin termasuk merekomendasikan tes lainnya, layaknya tes tiroid jika miliki riwayat, dan juga pengecekan payudara dan panggul.

Penyebab Menopause
Berakhirnya menstruasi terhadap wanita bisa disebabkan oleh keadaan kesehatan, prosedur medis dan pengobatan tertentu.

Menopause paling kerap disebabkan sebagian perihal berikut:

1. Penurunan Hormon Reproduksi secara Alami
Ketika menginjak umur 30-an, ovarium wanita mulai menghasilkan lebih sedikit estrogen dan progesteron (hormon yang mengatur menstruasi) dan kesuburan menurun.

Periode menstruasi di umur 40-an mungkin menjadi lebih lama atau apalagi lebih singkat, lebih berat atau lebih ringan, dan lebih atau jarang. Sementara terhadap umur 51 tahun, ovarium bakal berhenti memproduksi telur dan menstruasi berhenti.

2. Insufisiensi Ovarium Primer
Sekitar 1 % wanita mengalami menopause dini atau sebelum umur 40 tahun. Menstruasi yang berakhir bisa berjalan akibat indung telur gagal menghasilkan hormon reproduksi tingkat normal, yang disebabkan aspek genetik atau penyakit autoimun. Tetapi seringkali tidak ada penyebab yang jelas.

3. Histerektomi
Histerektomi adalah prosedur medis untuk mengangkat rahim yang menjadi penyebab siklus menstruasi berakhir. Menstruasi yang berakhir condong menimbulkan hot flashes dan gejala menopause lainnya, yang bisa kronis dikarenakan perubahan hormon secara tiba-tiba.

4. Kemoterapi dan terapi radiasi
Terapi kanker ini bisa mengakibatkan hot flashes selama atau segera sesudah perawatan. Berhentinya menstruasi tidak senantiasa permanen sesudah kemoterapi, supaya pengendalian kelahiran mungkin tetap diperlukan.

Faktor Risiko Menopause
Berikut sejumlah aspek yang bisa menurunkan umur menopause fisiologis:

Merokok
Histerektomi
Gangguan autoimun
Riwayat pengobatan kemoterapi spesifik atau menekuni radioterapi
Diagnosis Menopause
Tanda dan gejala umumnya lumayan memberi sadar umumnya wanita bahwa ia mengalami menopause. Jika mengalami menstruasi yang tidak tertib atau hot flashes, konsultasikan dengan dokter. Dalam sebagian kasus, pengecekan lebih lanjut disarankan.

Tes umumnya tidak diperlukan untuk diagnosis, tapi dalam keadaan tertentu, dokter mungkin merekomendasikan tes darah untuk memeriksa kadar hormon:

Follicle-stimulating hormone (FSH) dan estrogen (estradiol), dikarenakan kadar FSH meningkat dan kadar estradiol mengalami penurunan ketika berakhirnya siklus menstruasi.
Thyroid-stimulating hormone (TSH), dikarenakan tiroid yang tidak cukup aktif (hipotiroidisme) bisa mengakibatkan gejala sama dengan menopause.
Pengobatan Menopause secara Alami
Perubahan type hidup bisa menopang wanita mengatasi gejala menopause. Berikut sejumlah langkah yang bisa Anda lakukan:

Jika mengalami hot flashes, minum air dingin, duduk atau tidur di dekat kipas angin.
Makan makanan bernutrisi tinggi dan pertahankan berat badan yang sehat untuk menopang mengatasi hot flashes.
Menggunakan pelembap atau pelumas vagina untuk mengatasi kekeringan.
Berolahraga secara tertib supaya tidur lebih baik dan menahan keadaan kesehatan, layaknya penyakit jantung, diabetes, dan osteoporosis.
Rajin latihan layaknya yoga, pernapasan dalam, atau pijatan supaya rileks.
Tetap aktif secara sosial dan mental untuk menahan kasus memori.
Memperkuat otot-otot dasar panggul dengan latihan kegel untuk menahan inkontinensia urine atau kebocoran kandung kemih.
Jika merokok, segera berhenti. Tembakau bisa mengakibatkan menopause dini dan menaikkan sensasi panas.
Menghindari alkohol, termasuk bisa menurunkan kesempatan terkena kanker payudara dan menopang melakukan perbaikan kualitas tidur.
Pengobatan Menopause secara Medis
Kebanyakan gejala menopause bakal hilang sejalan waktu. Tetapi jika gejala mengakibatkan kasus kesehatan, perawatan berikut diberikan untuk menopang ketidaknyamanan:

1. Terapi Penggantian Hormon (TPH)
Dokter bakal meresepkan obat untuk menukar hormon yang tidak lagi diproduksi oleh tubuh. Obat spesifik bisa menopang mengatasi hot flashes dan gejala vagina lainnya, dan juga mengakibatkan tulang lebih kuat.

Tetapi obat-obatan ini bisa menaikkan risiko kasus kesegaran layaknya penyakit jantung atau kanker payudara. Untuk itu, konsultasikan dengan dokter tentang dosis paling rendah yang bekerja untuk saat sesingkat mungkin.

2. Terapi Hormon Topikal
Terapi ini memakai krim atau gel estrogen yang dioleskan ke vagina untuk menopang mengatasi kekeringan.

Selain itu, terapi estrogen termasuk efisien untuk menghilangkan hot flashes. Tergantung terhadap riwayat medis khusus dan keluarga, dokter bakal merekomendasikan estrogen dosis rendah.

Jika tetap miliki rahim, Anda bakal perlu progestin selain estrogen. Penggunaan terapi hormon jangka panjang mungkin miliki sebagian risiko kardiovaskular dan kanker payudara, tapi mengawali terapi hormon ketika berakhirnya menopause bisa menambahkan faedah bagi sebagian wanita.

3. Obat-obatan Non-Hormonal
Obat-obatan bisa diberikan mengatasi gejala, termasuk obat depresi (paroxetine) untuk menyembuhkan hot flashes, obat syaraf (gabapentin) dan obat tekanan darah (clonidine).

Obat-obatan yang disebut selective estrogen receptor modulators (SERM) termasuk bisa menopang tubuh memakai estrogen untuk menyembuhkan hot flashes dan kekeringan terhadap vagina.

4. Suplemen untuk Osteoporosis
Osteoporosis adalah tidak benar satu gejala menopause, dokter mungkin bakal merekomendasikan obat untuk menahan atau menyembuhkan osteoporosis. Ada sebagian obat ada untuk menopang mengurangi tulang keropos dan risiko patah tulang, tidak benar satunya suplemen vitamin D untuk menopang memperkuat tulang.

Komplikasi
Berkurangnya estrogen yang dikaitkan dengan menopause perihal sejumlah kasus kesegaran yang menjadi lebih kerap sejalan pertambahan umur wanita.

Setelah menopause, wanita lebih condong mengalami komplikasi berikut:

Tulang keropos (osteoporosis)
Penyakit jantung
Masalah terhadap kandung kemih dan usus
Risiko terkena penyakit Alzheimer lebih tinggi
Timbul kerutan terhadap kulit lebih banyak
Kekuatan dan massa otot berkurang
Gangguan penglihatan, layaknya katarak dan degenerasi makula
Pencegahan
Mencegah menopause dini terhadap dasarnya bisa dilaksanakan dengan menekuni type hidup yang sehat dan menghindari sejumlah aspek risiko.

Berikut sebagian tips yang bisa menahan menopause:

1. Menjalankan Pola Makan Sehat
Makan makanan rendah lemak suntuk dan rendah lemak trans, makanan tinggi serat layaknya biji-bijian dan kacang-kacangan, buah-buahan, sayuran, ikan, kedelai, dan makanan sumber asam folat.

2. Rajin Olahraga
Olahraga atau aktivitas fisik bisa menopang menghilangkan hot flashes, mengatur keadaan hati, dan mengatur berat badan. Olahraga termasuk menopang menurunkan tekanan darah tinggi, kolesterol, dan mengurangi stres.

3. Tidur yang Cukup
Pola tidur yang beralih adalah gejala berakhirnya menstruasi. Perubahan kadar hormon termasuk bisa mengakibatkan wanita lebih lelah dari biasanya. Itulah mengapa terlampau perlu dalam membiasakan tidur tepat saat supaya memperoleh tidur berkualitas.

4. Pertahankan Kekuatan Tulang
Estrogen berperan perlu dalam meregenerasi tulang. Ketika kadar estrogen turun saat menopause, kepadatan tulang pun bakal berkurang. Faktanya, kepadatan tulang umumnya turun dengan cepat selama sebagian th. pertama berakhirnya menstruasi. Akibatnya, risiko patah tulang meningkat secara signifikan.

Nah, untuk menahan pengeroposan tulang, laksanakan tes kepadatan tulang. Jika hasil tes menunjukan kepadatan tulang berkurang, berikut sebagian tips untuk menopang melindungi kekuatan tulang:

Makan makanan yang kaya bakal kalsium dan vitamin D.
Latihan kekuatan, layaknya angkat beban.
Berolahraga dengan langkah yang aman untuk menopang menahan patah tulang dan cedera.
5. Mengontrol Tekanan Darah
Cara menahan menopause dini setelah itu dengan mengontrol tekanan darah. Risiko penyakit kardiovaskular, termasuk tekanan darah tinggi, bisa meningkat ketika memproduksi estrogen mengalami penurunan selama menopause. Untuk memantau tekanan darah, periksalah secara teratur.

Jika didiagnosis mengalami tekanan darah tinggi, dokter mungkin merekomendasikan obat-obatan, perubahan type hidup, atau terapi. Makan makanan yang seimbang dan berolahraga secara tertib termasuk bisa menopang menghindari dan menyembuhkan tekanan darah tinggi.

Baca Juga :