Muhammadiyah.


Muhammadiyah.

Muhammadiyah merupakan organisasi Islam modern yang berdiri di Yogyakarta pada tanggal 18 November 1918 dan didirikan oleh tokoh agama K.H Ahmad Dahlan. Pada awalnya, K.H Ahmad Dahlan masuk dalam organisasi Budi Utomo dengan harapan dapat memberikan pemikiran Islam pembaharuan kepada anggota organisasi tersebut, namun cara tersebut kurang efektif sehingga ia mendirikan organisasi Muhammadiyah.

Tri Koro Dharmo (Jong Java).

Pada saat didirikan, ketuanya adalah Dr. Satiman Wirjosandjojo, dengan wakil ketua Wongsonegoro, sekretaris Sutomo dan anggotanya Muslich, Mosodo dan Abdul Rahman. Tri Koro Dharmo bertujuan untuk mempersatukan para pelajar pribumi, menyuburkan minat pada kesenian dan bahasa nasional serta memajukan pengetahuan umum untuk anggotanya.

  • Jong Sumatera Bond.

Jong Sumatranen Bond (JSB) adalah perkumpulan yang bertujuan untuk mempererat hubungan di antara murid-murid yang berasal dari Sumatra, mendidik pemuda Sumatra untuk menjadi pemimpin bangsa serta mempelajari dan mengembangkan budaya Sumatra. Perkumpulan ini didirikan pada tanggal 9 Desember 1917 di Jakarta. JSB memiliki enam cabang, empat di Jawa dan dua di Sumatra, yakni di Padang dan Bukittinggi.

  • Taman Siswa.

 Ki Hajar Dewantara memiliki nama asli Raden Mas Suwardi Suryaningrat. Bersama dengan Danudirja Setiabudi (Douwes Dekker), dan Cipto Mangunkusumo, beliau mendirikan Indische Partij. Mereka bertiga dikenal dengan sebutan Tiga Serangkai. Indische Partij menuntut kemerdekaan Indonesia. Taman Siswa didirikan pada 1922 oleh Suwardi Suryaningrat.

  • Partai Nasional Indonesia (PNI).

Algemene Studie Club di Bandung yang didirikan oleh Ir. Soekarno padatahun 1925 telah mendorong para pemimpin lainnya untuk mendirikan partai politik, yakni Partai Nasional Indonesia ( PNI). PNI didirikan di Bandung pada tanggal 4 Juli 1927 oleh 8 pemimpin, yakni dr. Cipto Mangunkusumo, Ir.Anwari, Mr. Sartono, Mr. Iskak, Mr. Sunaryo, Mr. Budiarto, Dr. Samsi, dan Ir. Soekarno sebagai ketuanya. Kebanyakan dari mereka adalah mantan anggota Perhimpunan Indonesia di Negeri Belanda yang baru kembali ke tanah air.

  • Partai Indonesia (Partindo).

Setelah PNI dibubarkan, pada tanggal 1 Mei 1931, Sartono mendirikan Partindo sebagai penggantinya. Tujuan organisasi ini adalah mencapai satu Negara Republik Indonesia. Partai Indonesia atau disingkat Partindo adalah salah satu partai politik yang pernah ada di Indonesia.

  • Pendidikan Nasional Indonesia (PNI Pendidikan).

Setelah PNI dibubarkan, Moh. Hatta membentuk PNI Pendidikan pada Agustus 1932. PNI Pendidikan menyokong pemerintahan rakyat dan menganut sistem sosialisme dan demokrasi. PNI Baru lahir pada tahun 1931. PNI Baru berhaluan nasionalis dan demokrasi.

  • Putri Mardika.

Putri Mardika adalah organisasi keputrian tertua dan merupakan bagian dari Budi Utomo. Tujuannya adalah untuk memberikan bantuan, bimbingan dan penerangan kepada wanita-wanita pribumi dalam menuntut pelajaran dan dalam menyatakan pendapat di muka umum..

Sumber: https://pendidikan.co.id/jasa-penulis-artikel/