Orientasi permasalahan.


Orientasi permasalahan.


Layanan bimbingan dan konseling harus bertolak dari masalah yang sedang dihadapi oleh klien.Konselor hendaknya tidak terperangkap dalam masalah-masalah lain yang tidak dikeluhkan oleh klien.Hal ini disebut dengan asas kekinian (Prayitno, 1985). Artinya pembahasan masalah difokuskan pada masalah yang saat ini (saat berkonsultasi) dirasakan oleh klien. Oleh karena itu, konselor harus arif dan bijaksana dalam menanggapi pembicaraan klien. Konselor harus selalu sadar akan arah sasaran yang akan dituju untuk memecahkan masalah klien.
Jenis masalah yang mungkin diderita oleh individu umat amat bervariasi. Roos L. Mooney ( dalam Prayitno, 1987) mengidentifikasi 330 masalah yang digolongkan ke dalam sebelas kelompok masalah, yaitu kelompok masalahyang berkenan dengan :
a. Perkembangan jasmani dan kesehatan
b. Keuangan, keaadan lingkungan dan pekerjaan
c. Kegiatan social dan reaksi
d. Hubugan muda-mudi, pacarana dan perkawinan
e. Hubungan social kejiwaan
f. Keaadan pribadi kejiwaan
g. Moral dan agama
h. Keadaan rumah dan keluarga
i. Masa depan Pendidikan dan pekerjaan
j. Penyesuian terhadap tugas-tugas sekolah
k. Kurikulum sekolah dan prosedur pengajara.
C. Ruang lingkup pelayanan bimbingan dan konseling
Pelayanan bimbingan dan konseling memiliki peranan penting, baik bagi individu yang berada dalam lingkungan sekolah, rumah tangga (keluarga), maupun masyarakat pada umumnya.
1. Pelayanan bimbingan dan konseling di sekolah
Sekolah merupakan Lembaga formal yang secara khusus dibentuk untuk menyelenggerakan Pendidikan bagi warga masyarakat. Dalam kelembagaan sekolah terdapat sejumlah bidang kegiatan dan bidang pelayanan bimbingan dan pelayanan bimbingan konseling dan konseling mempunyai kedudukan peranan yang khusus.
a. Keterkaitan antara bidnag pelayanan bimbingan konseling dan bidang-bidang lainnya.
Dalam proses Pendidikan, khususnya di sekolah, mortensen dan schmuller (1976) mengemukakan adanya bidang-bidang tugas atau pelayanan yang saling terkait. Terdapat tiga bidang pelayanan Pendidikan yaitu bidang kurikulum dan pengajaran, bidang administrasi dan kepemimpinan dan kesiswaan:
1) Bidang kurikulum dan pengajaran meliputi semua bentuk pengembangan kurikulum dan pelaksanaan pengajaran, yaitu penyampaian dan pengembangan pengetahuan, keterampilan, sikap, dan kemampuan berkomunikasi peserta didik.
2) Bidang administrasi atau kepemimpinan, yaitu bidang meliputi beragai fungsi berkenan dengan tanggung jawab dan pengambilan kebijaksanaan, serta bentuk-bentuk kegiatan pengolahan dan administrasi sekolah, seperti perencanaan, pembiayaan , pengadaan, dan pengembangan staf, prasarana dan sarana fisik dan pengawasan.
3) Bidang kesiswaan yaitu bidang yang melputi berbagai fungsi dan kegiatan yang mengacu

 

RECENT POSTS