Pembelajaran Sastra di Sekolah Dasar

Pembelajaran Sastra di Sekolah Dasar

Pembelajaran Sastra di Sekolah Dasar

Pembelajaran Sastra di Sekolah Dasar

Pembelajaran Sastra di Sekolah Dasar

Pembelajaran sastra sangat penting dalam perkembangan manusia

Bukan hanya penting sebagai sesuatu yang “terbaca” melainkan juga sebagai sesuatu yang memotivasi seseorang untuk berbuat. Memasukkan materi pembelajaran sastra dalam kurikulum di sekolah menjadi sesuatu yang penting, karena pada dasarnya sastra itu sendiri mampu menjembatani hubungan antara realita dan fiksi. Melalui karya sastra, pembaca belajar dari pengalaman orang lain untuk direfleksikan dalam menghadapi masalah dalam kehidupan. Pembelajaran sastra yang selama ini dilakukan di sekolah digabung dengan pelajaran bahasa Indonesia atau yang sering disebut dengan “Bahasa dan Sastra Indonesia”.

 

Materi sastra sangat penting untuk disampaikan di sekolah

Karena dalam sastra terdapat nilai-nilai kehidupan yang tidak diberikan secara perskriptif (harus begini, jangan begitu), pembaca diberikan kebebasan mengambil manfaat dari dari sudut pandangnya sendiri. Melalui karya sastra juga siswa ditempatkan sebagai pusat dalam latar pendidikan bahasa, eksplorasi sastra, dan perkembangan pengalaman personal. Keakraban dengan karya sastra akan memperkaya perbendaharaan kata dan penguasaan ragam-ragam bahasa, yang mendukung kemampuan memaknai sesuatu secara kritis dan kemampuan memproduksi narasi.

 

Manfaat pendidikan sastra melalui proses pembelajaran

Yang diberikan di sekolah setidaknya dapat membantu pendidikan secara utuh bagi siswa, (Rahmanto. 1989:15-24), yaitu: (1) membantu keterampilan berbahasa, (2) meningkatkan pengetahuan budaya. (3) mengembangkan cipta dan rasa, dan (4) menunjang pembentukan watak. Keempat manfaat yang ditawarkan tersebut setidaknya dapat mengasah kemampuan apresiasi sastra secara menyeluruh. Berkaitan dengan pembentukan watak, pembelajaran sastra di sekolah memiliki dua tuntutan sebagai berikut.


Pertama, pengajaran sastra hendaknya mampu membina perasaan yang lebih tajam.

Karena sastra pengantar untuk mengenal kemungkinan hidup manusia Dalam arti berbagai macam bentuk perasaan manusia. Kedua, pengajaran sastra dapat memberikan bantuan dalam usaha mengembangkan berbagai kualitas kepribadian siswa yang meliputi: ketekunan, kepandaian, pengimajian dan penciptaan (Rahmanto, 1989:24-25).

Bagi guru bahasa Indonesia, hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pembelajaran sastra adalah, hendaknya guru menyadari prinsip ganda yang terdapat dalam karya sastra yaitu pertama, sastra sebagai pengalaman. Pengalaman yang dimaksud adalah apa saja yang terjadi dalam kehidupan kita untuk dihayati, dinikmati, dirasakan, dipikirkan sehingga kita dapat lebih berinisiatif. Untuk menerapkan prinsip pengalaman ini dalam pengajaran sastra di sekolah, setiap karya sastra yang disajikan hendaknya menghadirkan pengalaman baru yang kaya bagi siswa. Karya sastra yang disajikan harus dipahami sehingga siswa dapat mengungkap apa yang terdapat dalam karya tersebut.

Kedua, sastra sebagai bahasa. Pada dasarnya belajar sastra adalah belajar bahasa dalam praktik. Belajar sastra harus berpangkal pada realisasi bahwa setiap karya pada pokoknya merupakan kumpulan kata yang bagi siswa harus diteliti, ditelusuri, dianalisis, dan diintegrasikan. Dalam sastra selalu ditampilkan simbol-simbol bahasa yang dituntut pemahaman lebih detail. Bahasa yang dipakai dalam karya sastra juga digunakan untuk memberikan informasi, mengatur, membujuk dan bahkan membingungkan orang lain.

Dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan tersebut dengan jelas dinyatakan bahwa salah satu tujuan pengajaran bahasa Indonesia adalah agar siswa secara kreatif menggunakan bahasa sebagai tujuan. Kreativitas berbahasa dapat diasah untuk mengekspresikan diri, sedangkan langkah yang ditempuh dapat melalui apresiasi karya sastra Indonesia. Seharusnya guru memperkenalkan karya sastra sebagai suatu bentuk seni (yang berkaitan dengan kreativitas) berbahasa. Dan pengajaran sastra ditekankan pada bagaimana mengapresiasikan karya, bukan menghafal karya sastra.

Sumber : https://bandarlampungkota.go.id/blog/jenis-dan-contoh-jaringan-hewan/