Pengertian agama


Pengertian agama

Agama berasal dari bahasa sangsekerta, a berarti “tidak” dan gama berarti “kacau”. Bahasa sangsekerta sendiri termasuk rumpun indo-jerman. Kata ga atau gam berasal dari bahasa belanda, sedangkan dalam bahasa inggris disebut ge yang artinya sama dengan gam. Kata ini identik dengan kata go yang berarti pergi. Setelah mendapat awalan dan akhiran a maka pengertiannya menjadi jalan, cara jalan, cara-cara sampai kepad keridaan tuhan. Agama dalam istilah latin disebut religiere berarti kembali dan ligere artinya terkait atau terikat.  Sedangkan agama dalam bahsa arab disebut dengan ad-dien,persamaan katanya adalah millah yang diartikan sebagai agama. Ad-dien dalam arti umum menurut sukardi (1993) adalah paham keagamaan tertentu.

Agama menurut para ahli:

  1. Menurut Feurbach, seorang filsuf jerman yang beraliran maerialisme mendefinisikan agama dengan, “man created god after his image”. Agama hanya sebagai lamunan manusia, menurutnya hakikat yang  nyata itu berada dalam realitas, dan tuhan tidak ada. Materialisme menganggap bahwa hakikat realias adalah materi bukan roh, jelas bahwa agama tidak memiliki hakikat realitas, agama hanyalah ilusi semata.
  2. Dur khiem mengartikan religie sebagai sesuatu yang serupa dengan apa yang ada dibalik alam. Pengertian ini menembus batas dunia sebagai sesuatu yang riil, materi atau alam, yaitu roh, ide, atau sepiritual.
  3. Max muller dan spencer mengartikan religie sebagai sesuatu pengetahuan yang tidak dapat diketahui dengan semata-mata dan fikiran saja. Pengertian ini juga mengarah pada agama merupakan roh yang tidak terfikirkan oleh akal.
  4. Randall dan buchler mengemukakan bahwa ada dua bentuk agama.  pertma, agama  diidentifikasi dengan kepercayaaan terhadap supernatural. Yang kedua, agama diidentifikasi dengan kepercayaan atau keyakinan.

Para ulama memberi batasan pada pengertian agama sebagai undang-undang kebutuhan yang mendorong orang berakal dengan  usahanya dengan kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat

Ciri-ciri agama

  1. Adanya kepercayaan (iman) terhadap sesuatu yang gaib. Perwujudannya adalah taqwa, yaitu menjahi larangan-Nya dan mentaati perintah-Nya.
  2.  Agama memiliki ciri yaitu ritual sebagai wujud kepercayaan mereka terhadap sesuatu yang gaib. Dalam islam wujud keimanan itu diawali dengan kalimat syahadat, melaksanakan shalat lima waktu, melaksanakan puasa, membayar zakat bagi yang sudah nisab, dan melaksanakan ibadah haji bagi yang mampu.
  3. Ciri agama islam adalah adanya aspe-aspek yang harus dimiliki umat islam, yaitu iman, ihsan, dan islam.
  4. Ciri agama islam adalah adanya kitab suci al-quran yang diturunkan kepada nabi muhammad sebagai nabi akhir zaman melalui perantara malaikat jibril.

https://movistarnext.com/