PENGERTIAN RUJUKAN DAN SISTEM RUJUKAN


PENGERTIAN RUJUKAN DAN SISTEM RUJUKAN

PENGERTIAN RUJUKAN DAN SISTEM RUJUKAN

PENGERTIAN RUJUKAN DAN SISTEM RUJUKAN

Rujukan adalah suatu pelimpahan tanggung jawab timbal balik atas kasus atau masalah kebidanan yang timbul baik secara vertikal (dan satu unit ke unit yang lebih lengkap / rumah sakit) untuk horizontal (dari satu bagian lain dalam satu unit). (Muchtar, 1977)

Rujukan adalah sesuatu yang digunakan pemberi informasi (pembicara) untuk menyokong atau memperkuat pernyataan dengan tegas. Rujukan mungkin menggunakan faktual ataupun non faktual. Rujukan faktual terdiri atas kesaksian, statistik contoh, dan obyek aktual. Rujukan dapat berwujud dalam bentuk bukti.

Nilai-nilai, dan/atau kredibilitas. Sumber materi rujukan adalah tempat materi tersebut ditemukan (Wikipedia). Sistem rujukan upaya keselamatan adalah suatu sistem jaringan fasilitas pelayanan kesehatan yang memungkinkan terjadinya penyerahan tanggung jawab secara timbal-balik atas masalah yang timbul baik secara vertikal (komunikasi antara unit yang sederajat) maupun horizontal (komunikasi inti yang lebih tinggi ke unit yang lebih rendah) ke fasilitas pelayanan yang lebih kompeten, terjangkau, rasional dan tidak dibatasi oleh wilayah administrasi. (Kebidanan Komunitas: hal 207) .

Rujukan Pelayanan Kebidanan adalah pelayanan yang dilakukan oleh bidan dalam rangka rujukan ke sistem pelayanan yang lebih tinggi atau sebaliknya yaitu pelayanan yang dilakukan oleh bidan sewaktu menerima rujukan dari dukun yang menolong persalinan, juga layanan yang dilakukan oleh bidan ke tempat atau fasilitas pelayanan kesehatan atau fasilitas kesehatan lain secara horizontal maupun vertical.

Tata laksana rujukan:

  1. Internal antas-petugas di satu rumah
  2. Antara puskesmas pembantu dan puskesmas
  3. Antara masyarakat dan puskesmas
  4. Antara satu puskesmas dan puskesmas lainnya

5.Antara puskesmas dan rumah sakit, laboratorium atau fasilitas pelayanan kesehatan lainnya

  1. Internal antar-bagian/unit pelayanan di dalam satu rumah sakit
  2. Antar rumah sakit, laboratoruim atau fasilitas pelayanan lain dari rumah sakit (Kebidanan Komunitas)

2.2 TUJUAN SISTEM RUJUKAN DI PUSKESMAS

Tujuan umum sistem rujukan adalah untuk meningkatkan mutu, cakupan dan efisiensi pelayanan kesehatan secara terpadu (Kebidanan Komunitas). Tujuan umum rujukan untuk memberikan petunjuk kepada petugas puskesmas tentang pelaksanaan rujukan medis dalam rangka menurunkan IMR dan AMR.

Tujuan khusus sistem rujukan adalah:

  1. Meningkatkan kemampuan puskesmas dan peningkatannya dalam rangka menangani rujukan kasus “resiko tinggi” dan gawat darurat yang terkait dengan kematian ibu maternal dan bayi.
  2. Menyeragamkan dan menyederhanakan prosedur rujukan di wilayah kerja puskesmas.

Kaji ulang tentang keperluan dan tujuan upaya rujukan pada ibu dan keluarganya. Kesempatan ini harus dilakukan selama ibu melakukan kunjungan asuhan antenatal atau pada saat awal persalinan, jika memungkinkan. Jika ibu belum membuat rencana selama kehamilannya, penting untuk mendiskusikan rencana rujukan dengan ibu dan keluarganya pada saat-saat awal persalinan. Jika kemudian tiinbul masalah pada saat persalinan dan rencana rujukan belum dibicarakan maka senngkali sulit unruk membuat persiapan-persiapan dengan cepat. Rujukan tepat waktu merupakan unggulan asuhan syarat ibu dalam mendukung keselamatan ibu.

sumber :
https://www.schrammek.co.id/rescue-quest-gold-apk/