peninggalan kerajaan sriwijaya

Peninggalan Kerajaan Sriwijaya

Warisan Kerajaan Sriwijaya yang dicatat dalam sejarah Dinasti Tang dikatakan jika pada abad ke-7, pantai Timur Sumatera Selatan telah mendirikan Kerajaan Sriwijaya atau She-li-fo-she dan sumber ini diperoleh dari 6 prasasti ditemukan di wilayah Sumatera selatan dan juga Kepulauan Bangka dan Belitung. Dalam sumber-sumber asing, ada banyak informasi tentang Kerajaan Sriwijaya, seperti dari Prasasti Ligor yang dibangun pada 775 M di Pantai Timur Thailand Selatan, Prasasti Nalanda pada abad ke-9 dan juga prasasti Tanjore pada 1030 Masehi. di India.

Warisan Kerajaan Sriwijaya

Sekitar tahun 425, agama Budha diperkenalkan di Sriwijaya lebih tepatnya di Palembang dan banyak peziarah dan peneliti dari berbagai negara di Asia seperti pendeta Cina I Ching yang mengunjungi Sumatra dalam perjalanan belajar di Universitas Nalanda. Dia menulis bahwa Sriwijaya adalah rumah bagi ribuan cendekiawan Buddhis. Berikut ini kami berikan ulasan lengkap tentang warisan Kerajaan Sriwijaya, silakan lihat di bawah.

A. Ditemukan di Indonesia

1. Prasasti Kedukan Bukit

Ditemukan di dekat kota Palembang dan bertanggal pada tahun 683 Masehi. Berisi cerita tentang Raja Sriwijaya (Dapunta Hyang) yang mengadakan perjalanan suci dari Minanga Tamwan untuk mendapatkan Siddhayatra dan keberhasilan mensejahterakan Kerajaan Srwijaya.

2. Prasasti Talang Tuo

Ditemukan di sebelah barat kota Palembang dan bertanggal pada tahun 684 Masehi. Prasasti ini menceritakan tentang pembuatan Taman Srikseta oleh Raja Dapunta Hyang untuk kemakmuran rakyat.

3. Prasasti Telaga Batu

Ditemukan di dekat kota Palembang dan tidak punya tahun. Prasasti ini menceritakan tentang kutukan terhadap siapa saja yang melakukan kejahatan dan yang tidak menaati raja.

4. Prasasti Karang Berahi

Ditemukan di Karang Berahi (Provinsi Jambi) dan bertanggal 868 Masehi. Prasasti ini menceritakan tentang permintaan kepada dewa untuk menghukum setiap orang yang melakukan kejahatan terhadap Kerajaan Sriwijaya.

5. Prasasti Kota Kapur

Ditemukan di Kota Kapur (Pulau Bangka) dan bertanggal 686 M. Prasasti ini menceritakan tentang upaya Kerajaan Sriwijaya untuk menaklukkan Pulau Jawa, yaitu Kerajaan Tarumanegara yang dianggap tidak setia kepada Kerajaan Sriwijaya.

6. Prasasti Palas Pasemah

Ditemukan di Palas Pasemah (Provinsi Lampung) dan tidak memiliki tahun. Prasasti ini melaporkan bahwa wilayah Lampung Selatan diduduki oleh Kerajaan Sriwijaya pada akhir abad ke-7 Masehi.

7. Prasasti Bukit Siguntang

Bukit Siguntang yang terletak di Kota Palembang adalah kompleks pemakaman raja-raja Kerajaan Sriwijaya. Ditemukan peninggalan Kerajaan Sriwijaya dalam bentuk patung Buddha Sakyamurni menggunakan jubah dan Prasasti Bukit Siguntang yang berisi tentang perang yang merenggut banyak nyawa.

8. Prasasti Amoghapasha

Ditemukan di provinsi Jambi dan bertanggal 1286 M. Isi prasasti ini menyebutkan raja. Kertanegara telah mempersembahkan patung amogapasha kepada Raja Suwarnabhumi bernama Tribhuwanaraja Mauliwarmadewa. Raja dan rakyatnya sangat senang.

peninggalan kerajaan sriwijaya

B. Ditemukan di Luar Indonesia

1. Prasasti Ligor

Ditemukan di Isthmus (Thailand) dan bertanggal 775 AD. Prasasti ini terdiri dari dua bagian, yaitu bagian depan dan belakang. Sisi depan adalah tentang bangunan Trisamaya Caiya (bangunan suci yang terbuat dari batu bata untuk umat Buddha), Awalokiteswara, dan Wajrapani. Bagian belakang berisi RRaja Wisnu dan keluarga Sri Maharaja Syailendra.

2. Prasasti Katon

Ditemukan di Canton (Cina) dan bertanggal tahun 1079 Masehi. Berisi bantuan Raja Sriwijaya dalam memperbaiki kuil keagamaan Thao di Kanton.

3. Prasasti Nalanda,

Ditemukan di Bengal (India) dan bertanggal 860 AD. Prasasti ini menyebutkan bahwa Raja Balaputradewa membangun tempat tinggal bagi para siswa dan sebuah biara di Bengal.

4. Piagam Leiden

Ditemukan di India dan bertanggal 1006 AD. Prasasti ini dikeluarkan oleh raja kerajaan Cola bernama Rajakesariwarman yang dikenal sebagai Raja Raja I. Disebutkan bahwa pada 1006 M, Marawijayatunggawarman meresmikan sebuah biara di India bernama Cudamaniwarmavihara dengan izin dari Rajakesariwarman, raja-raja. Saya dari Cola.

5. Prasasti Srilanka

Diperkirakan dibuat pada abad XII. Dalam prasasti ini, Suryanaraya dari dinasti Malayupura dinamai Maharaja di Suwarnapura. Pangeran Suryanarayana menaklukkan Manabhramana.

6. Prasasti Grahi

Berangka pada tahun 1183 M dan menamai nama raja Srimat Trilokyaraja Maulibhusanawarmadewa memerintahkan pemilik Kuil yang memerintah Grahi untuk membuat patung Buddha.

7. Prasasti Chaiya

Ditemukan di Candra Bhanu (Malaysia Barat) dan tertanggal 1230 M. Menyebutkan raja Tambralingga, Candra Bhanu, Sri Dharmaraja menyamakan dirinya dengan raja Asoka, jasanya bagi umat manusia disamakan dengan bulan dan matahari.

8. Prasasti Tanjore

Itu ditemukan di India dan bertanggal 1030 Masehi. Dibuat oleh Raja Cola bernama Rajendracoladewa. Disebutkan bahwa pada 1017 M pasukannya menyerang kerajaan Swarnabhumi (Sumatra). Serangan itu diulang pada 1025, raja bernama Sanggramawijayatunggawarman berhasil ditangkap oleh pasukan Cola, tetapi akhirnya Sanggramawijaya dibebaskan.

9. Kuil Muara Takus

Candi Muara Takus terletak di desa Muara Takus, Distrik Tigabelas, Koto Kampar, Distrik Kampar, Provinsi Riau. Jarak dari Pekanbaru, ibukota Provinsi Riau, adalah sekitar 128 Km. Kompleks Kuil Muara Takus adalah satu-satunya peninggalan bersejarah dalam bentuk candi di Provinsi Riau. Kuil ini memiliki nuansa Buddhisme. Ini merupakan indikasi bahwa agama Buddha telah berkembang di wilayah ini.

Baca Juga :