Penyebab-penyebab Kerusakan Hutan


Penyebab-penyebab Kerusakan Hutan

 

Hutan terdiri atau didominasi oleh berbagai macam pohon yang memilki hubungan timbal balik antar lingkungannya yang tidak dapat dipisahkan. Di wilayah hutan dapat memungkinkan terjadi kerusakan, hal ini disebabkan hubungan timbal baliknya terputus. Kerusakan hutan ini disebabkan oleh beberapa hal yaitu,

1. Kebakaran Hutan

Kebakaran hutan merupakan kejadian atau peristiwa sebagai sumber kerusakan utama pada hutan produksi, tetapi pada keadaan-keadaan tertentu kebakaran hutan juga memberikan manfaat.Kebakaran hutan yang dapat merugikan, terjadi ketika kebakaran tidak bisa dikendalikan dan menghabiskan wilayah dengan cakupan yang sangat luas serta terjadi di hutan yang tidak sesuai, seperti hutan lindung dan konservasi. Sedangkan kebakaran hutan yang dikatakan menguntungkan, jika kebakaran dapat dikendalikan dengan cakupannya sedikit.

2. Perladangan

Perladangan adalah faktor sosial penyebab kerusakan hutan yang memiliki teknik pertanian dengan cara dan peralatan yang masih primitif, tanpa adanya penanaman modal dengan tujuan untuk memebuhi kebutuhan hidupnya sendiri dan keluarganya.

Menurut FAO (Food Agriculture Organisation) mengatakan bahwa peladang ini sebagai suatu bencana International yang perlu segera mendapat pertanian. Hal ini terbukti dengan diterbitkannya buku L’agriculture nomade pada tahun 1956 oleh G.Tondeur yang membicarakan masalah perladangan di Congo dan Afrika Barat.

Sehingga FAO mempunyai tujuan untuk mengatasi perladangan yaitu untuk mempropagandakan metode-metode pertanian modern yang diharapkan dapat memperbaiki kualitas produksi yang berguna dan hasil-hasil hewan yang dapat diperoleh dari tanah-tanah yang tersedia.

3. Penggembalaan Ternak di Hutan

Peternakan adalah faktor sosial penyabab kerusakan hutan yang kategorinya berupa usaha yang sangat penting bagi masyarakat pertani disamping masayarakat yang hidupnya memang mengkhususkan diri.

Kerusakan akibat penggembalaan ternak di hutan menyebabkan hutan mati seluruh pohonnya, bahkan dapat sampai menimbulkan suatu erosi tanah. Menurut Sila dan Nuraeni (2009) bahwa derajat kerusakan yang diderita hutan tergantung dari jenis serta jumlah ternaknya dan jenis dari pohon hutannya.

4. Pencurian Hasil Hutan

Setiap daerah mempunyai bentuk pencurian hasil hutan yang berbeda, sehingga pemecahannya pun harus didasarkan pada sifat-sifat khusus setiap daerah. Hasil hutan yang dicuri digunakan untuk mencukupi keperluannya sendiri. Ketika hasil pencurian melihat batas maksimalnya atau tidak memperhatikan dampak negatifnya dapat mengurangi produksi hutan itu sendiri.

5. Temperatur

Pengaruh temperatur yang tinggi dapat dikurangi dengan menanam pohon lebih rapat yang mendapatkan air yang cukup, menggunakan tanaman penutup tanah, menutupi seresah pada permukaan tanah dan memberukan naungan. Dalam keadaan temperatur tinggi (650 C) tanaman sebaiknya diberikan fungsida karena jaringan-jaringan tanaman sangat peka terhadap parasit.

6. Air

Tekanan air dalam jaringan tumbuhan dapat mempengaruhi pembelahan dan perpanjangan sel. Dalam tanaman tahunan biasanya lebih tahan kekurangan air dibandingkan dengan tanaman musiman.

7. Gas-gas di Udara

Gas-gas di udara yang sangat mempengaruhi pertumbuhan suatu tumbuhan yaitu, oksigen yang berperan aktif. Pada tumbuhan yang melakukan proses diffusi memerlukan oksigen tidak mampu lagi membantu terjadinya respirasi normal dan akan terjadi reaksi enzim yang tidak normal, salah satu contoh penyakit Black heart pada kentang.

8. Cahaya

Kelebihan cahaya, menyebabkan reaksi photochemical menjadi tidak normal karena tidak aktifnya beberapa enzim dan oksidasi klorofil. Pengaruh tersebut hanya dapat dikatakan apabila oksigen terdapat dalam jumlah yang cukup. Dengan demikian proses foto-oksidasi dapat menyebabkan daun berwarna pucat dan kadang-kadang daun mati.

Kekurangan cahaya, menghambat formasi klorofil dan merangsang photochemical, yang menyebabkan tumbuhan menjadi pucat. Tumbuhan yang kekurangan cahaya, ciri-cirinya mempunyai batang yang panjang, pertumbuhan daun sangat kecil, daun berwarna hijau kekuning-kuningan dan sangat peka terhadap serangan perusak.

9. Angin

Pengaruh terhadap Tanah Hutan. Pengaruh angin terhadap tanah hutan dapat menyebabkan terjadinya erosi angin dan menyebabkan tanah menjadi kering. Erosi angin terjadi karena perpindahan tanah dari temaptnya karena tiupan angin.

Pengaruh terhadap Cuaca Hutan. Pengaruh angin kuat yang meniup di hutan dapat menganggu atau menyebabkan terjadinya gangguan terjadi penguapan, transpirasi, temperatur, kelembaban dan lain-lainnya. Akibatnya cuaca di hutan akan berubah menjadi cuaca yang tak menguntungkan bagi hutan.

Pengaruh terhadap Fisiologi Pohon. Akibat angin yang kurang baik pada pohon, mengakibatkan bentuk dari tajuk tak normal, merubah sistem dari perakarannya, dan berkurangnya tinggi dari pohon.

Kerusakan Mekanis pada Pohon. Akibat angin yang kurang baik pada pohon, mengakibatkan ranting-ranting patah, daun-daun berguguran, akar-akar muda patah, dan pohon-pohon terbongkar dengan akarnya.

Penyemprotan Garam pada Hutan. Penyemprotan garam sering terjadi di hutan pantai, dengan angin yang keras dengan kecepatan ±150 km per jam akan mampu meniup butir-butir air laut sampai sejauh 45-70 km. Hal ini mengakibatkan tumbuhan daunnya akan menjadi kuning kemerah-merahan yang dapat mengundang hama dan penyakit akan datang menyerang hingga dapat mempercepat kematian tumbuhan.