Periode Nubuat


Periode Nubuat

Periode Nubuat

Periode Nubuat

Kegiatan dakwah pertama dari para Nabi dan tujuan mereka yang terbesar di setiap zaman dalam setiap lingkungan adalah menegakan keyakinan Tauhid dan beribadah hanya kepada-Nya yang menjadi tugas fitra kemanusiaan sebagai khalifah Allah dimuka bumi.Dan disampaikan pulapesan utama tentang perjalanan hidup manusia, yaitu al-mabda (asal kehadiran manusia), al-wasath (keberadaan manusia dialam kesadaran duniawi), al-ma’ad (tempat kembali mempertanggungjawabkan tugas fitri kemanusiaan).

Adapun tugas-tugas kenabian dapat disimpulkan dalam tiga perkara.Pertama, seruan untuk beriman kepada Allah Swt dan ke-Esaan-Nya.Kedua, iman kepada hari akhir dan balasan terhadap amal-amal pada hari itu.Ketiga, penjelasan hukum-hukum yang di dalamnya terdapat kebaikan dan kebahagiaan manusia di dunia dan akhirat.

Berkenaan dengan misi para Nabi dipusatkan dan diarahkan kepada pemberantasan berhala di masa-masa mereka, yang tercermin dalam bentuk penyembahan patung-patung, berhala-berhala dan orang-orang suci, baik orang yang masih hidup maupun sudah mati.

Seandainya akal manusia bertindak sendirian dalam memahami kebenaran-kebenaran ini, maka tidak akan dapat menjangkaunya, khususnya dalam perkara-perkara ghaib yang tidak bisa dijangkau oleh akal manusia dan pengetahuan, tanpa wahyu yang disampaikan Allah Swt kepada Nabi-Nabi.

Para filosof Yunani dan lainnya telah berusaha mempelajari ke-Tuhanan, maka mereka pun mengemukakan pendapat-pendapat yang saling bertentangan sebagaimana para ulama di zaman ini berbeda pendapat dalam menafsirkan ke-Tuhanan.Sementara para Nabi datang membawa kepastian dalam penafsiran dan penentuan kekuatan Ilahi dengan pendapat yang menentramkan hati.

Dari 25 Nabi yang disebutkan dalam Al-Quran ada yang diberi al-KitabShuhuf(lembaran wahyu), dan Hikmah.Secara eksplisit Nabi yang diberi hikmah selain alkitab adalah Nabi Daud a.s, Sulaeman a.s, Isa a.s dan nabi Muhammad Saw.selain para Nabi, ada seorang hamba Allah Swt yang secara eksplisit disebutkan dalam al-Qur’an oleh Allah Swt diberi hikmah, yaitu Luqman. Dan nama Luqman ini menjadi nama salah satu Surah dalam Mushhaf Al-Qur’an yaitu surah Luqman Surah ke 31. Dan dari Surah Luqman inilah dapat dibangun secara spesifik struktur filsafat dakwah.

Luqman al-Hakim hidup sezaman dengan Nabi Daud a.s yang juga diberi hikmah oleh Allah Swt. Luqman ini adalah bapak filsafat selain Nabi, sebagai filosof pertama Yunani, yaitu Empedockles berguru kepada Luqman kemudian menyusul Pytagoras murid Empedockles, setelah itu secara berturut-turut menyusul Socrates, Plato, dan Aristoteles. Kelima filosof ini hidup dalam rentangan kurun waktu antara Nabi Daud a.s hingga sebelum Nabi Isa a.s. dan salah seorang murid Aristoteles adalah Alexander (Iskandar Zulkarnaen), ia belajar hikmah kepada Aristoteles selama 20 tahun.

Maka jalur pemikiran hikmah (kefilsafatan) para filosof yang bukan Nabi yaitu Luqman dan generasi yang berikutnya, maka menisbahkannya pemikiran filosofis itu kepada Hermes, dan rentangan waktu antara Hermes hingga awal hijrah Nabi terakhir adalah  kurang lebih 3725 tahun (perhitungan menurut Abu Ma’syar).


Baca Juga :