Perselisihan Ulama’ Mengenai kategori Makkkiyah dan Madaniyah


Perselisihan Ulama’ Mengenai kategori Makkkiyah dan Madaniyah

Perselisihan Ulama’ Mengenai kategori Makkkiyah dan Madaniyah

Perselisihan Ulama’ Mengenai kategori Makkkiyah dan Madaniyah

Dalam kitab karangan manna’ al-qaththani yang berjudul pengentar studi ilmu al-Qur’an menebutkan bawha yang terpenting dalam objek kajian par ulama yang diturunkan di mekkah atau madinah sesrta yang menjadi perselisihan, yaitu:

  1. Ayat-ayat makkiyah dalam surat-surat madaniyah

 Contohnya dalam surat al-Hujurat ayat 13. Ayat tersebut diturunkan di mekah pada hari penaklukan kota mekah tetapi sebenarnya madaniyah karena diturunkan selepas hijrah. Di samping itu, seruannyapun bersifat umum. Ayat seperti ini oleh oleh para ulama tidak dinamakan makkiyah dan tidak madaniyah secara pasti. Tetapi mereka mengatakan ayat yag diturunkan di mekah namun hukumnya mdaniyah.

  1. Ayat-ayat madaniyah dalam surat makkiyah

Misalnya surat al-an’am, ibnu abbas berkata surat ini diturunkan sekaligus di mekah, maka ia adalah makkiyah, kecuali tiga ayat yang diturunkan di madinah yaitu ayat 151-153. Dan surat al-hajj adalah makkiyah. Tetapi ada tiga ayat yang madaniyyah yaitu ayat 19-21.

  1. Yang diturunkan di mekah namun hukumnya madaniyah
  2. Ayat yang diturunkan di madinah namun hukumnya makkiyah

Mereka memberi contoh dengan surat al-mumtahanah, surat ini diturunkan di madinah  dilihat dari segi turunnya, tetapi seruannya ditujukan kepada orang musyrik penduduk mekah. Juga seperti permusuhan aurat at-taubah yang diturnkan di madinah, tetapi seruannya ditujukan kepada orang-orang musyrik di mekah.

  1. Yang serupa dengan yang diturnkan di mekah dalam kelompok madaniyah

Yang dimaksud para ulama disini adalah ayat-ayat yang terdapat pada madaniyah tetapi mempunyai gaya bahasa danciri seperti makkiyah. Contohnya firman Allah dalam surat al-anfal ayat 32 yang madaniyah. Hal ini dikarenakan permintaan orang musyrik untuk disegerakan azab adalahdi mekah.

  1. Yang serupa dengan yang diturunkan di madinah dalam kelompok madaniyah

Yang dimaksud ulama disini adalah kebalikan dari sebelumnya dalam surat an-najm ayat 32.

  1. Ayat yang dibawa dari mekah ke madinah

Contohnya ialah dalam surat al-a’la. HR. al-bukhori dan al-bara’ah bin azb yang mengatakan bahwa: “ bahwa yang oertama kali datang kepada kami dikalangan sahabat nabi adalah mush’ab bin umair dan ibnu ummi maktum. Keduanya membacakan al-qur’an kepada kami, setelah itu datanglah ammar, bill dan sa’ad, kemudain datang pua umar bin khattab sebagai orang nomor yang kedua puluh.baru setelah itu datang nabi, aku melihat penduduk madinah bergembira setelah aku membaca “Sabbihisma robbikal a’la.

  1. Ayat yang dibawa dari madinah ke mekah

Contohnya ari awal surat at-taubah yaitu ketika rasululloh memerintahkan kepada abu bakar untuk pergi haji pada tahuan kesembilan dan hal inipun disampaikan kepada kaum musyrikin  bahwa tahun tidak seorangpun orang musyrik boleh berhaji.

  1. Ayat yang turun di waktu malam dan siang

Kebanyakan ayat turun pada siang hari , abu qasim an-naisaburi telah menelitinya. Contoh di bagian surat al-imran dan yang lainnya.

  1. Ayat yang turun di musim panas dan musim dingin

Para ulama memberi contoh ayat yang turun di musim panas tentang ayat kalalah yang terdapat di akhir surat an-nisa. Contoh lain ialah ayat-ayat yang turun dalam perang tabuk, yang terjadi pada musim panas seperti yang dinyatakan dalam surat at-taubah ayat 81. Sedangkan musim dingin mereka mencontohkan dengan ayat-ayat mengenai “tuduhan bohong” yang terdapat dalam surat an-nur.

  1. Yang turun di waktu menetap atau perjalanan

Mayoritas ayat-ayat dan surat-surat al-Qur’an turun pada saat nabi dalam keadaan menetap. Akan tetapi, karena kehidupan Rasululloh tidak pernah lepas dari jihad dan peperangan di jalan Allah, maka wahyu pun turun dalam peperangan tersebut. Contohnya awal-surat al-Anfal yang turun pada waktu perang badar.


Sumber: https://student.blog.dinus.ac.id/handay/seva-mobil-bekas/