Pola Pemikiran Tentang Kemanusiaan dan Kebudayaan

Pola Pemikiran Tentang Kemanusiaan dan Kebudayaan

 

Pola Pemikiran Tentang Kemanusiaan dan Kebudayaan – Mendengar kata-kata tentang kemanusiaan pasti yang terpikir oleh kita semua tentang perasaan yang dimiliki oleh setiap manusia.hak-hak setiap individu yang harus terpenuhi dengan baik tetapi kenyataannya sekarang lain hak-hak tersebut belum terpenuhi seutuhnya contohnya hak anak-anak yang tidak bersekolah seharusnya mereka mendapatkan haknya sebagai anak-anak yang wajib bersekolah tetapi sekarang kenyataannya berbeda.

Rasa kemanusiaan yang ada pada masyarakatpun dinilai  masih kurang baik,masih kurang peduli dengan lingkungan sekitarnya.Rasa egoisme,rasa ingin menang sendiri masih dirasakan saat ini,seharusnya sifat-sifat tersebut dihilangkan.
Pola Pemikiran Tentang Kemanusiaan dan Kebudayaan
Dalam pancasila pun disebutkan kemanusiaan yang adil dan beradab tetapi sebagian masyarakat belum merasakan hal tersebut.maka dari itu apa yang bisa dilakukan untuk mewujudkan sila pancasila tersebut agar seluruh masyarakat dapat merasakan hak yang sama sebagai warga negara Indonesia dan tidak ada lagi perbedaan hak-hak setiap individu.Mungkin jika kita lebih mempunyai rasa kemanusiaan yang tinggi dan peduli antar sesama semuanya akan lebih baik.
Kebudayaan sangat erat huungannya dengan masyarakat.ada beberapa ahli berpendapat tentang kebudayaan seperti:
Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai superorganic.

UNSUR-UNSUR KEBUDAYAAN

Ada beberapa pendapat ahli yang mengemukakan mengenai unsur kebudayaan,antara lain:

Melville J.Herskovits menyebutkan kebudayaan memiliki 4 unsur pokok,yaitu:

-alat-alat teknologi
-keluarga 
-kekuasaan politik
-sistem ekonomi

Bronislaw Malinowski mengatakan ada 4 unsur pokok yang meliputi:
-organisasi ekonomi
-alat-alat dan lembaga-lembaga atau petugas-petugas untuk pendidikan
-sistem norma sosialyang memungkinkan kerja sama antara para anggta masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan alam sekelilingnya
-organisasi kekuatan(politik)

WUJUD KEBUDAYAAN

Menurut J.J.Hoenigman,wujud kebudayaan dibedakan menjadi tiga yaitu gagasan,aktivitas dan artefak(karya).

Dalam kenyataan kehidupan bermasyarakat, antara wujud kebudayaan yang satu tidak bisa dipisahkan dari wujud kebudayaan yang lain. Sebagai contoh: wujud kebudayaan ideal mengatur dan memberi arah kepada tindakan (aktivitas) dan karya (artefak) manusia.

KETERKAITAN MANUSIA DENGAN KEBUDAYAAN

Antara manusia dan kebudayaan terjalin hubungan yang sangat erat.Dick Hartoko pernah mengungkapkan bahwa manusia menjadi manusia merupakan kebudayaan.

Hampir semua tindakan manusia itu adalah kebudayaan,kecuali tindakan yang sifatnya naluriah itu bukan suatu kebudayaan,tetapi tindakan demikian persentasenya sangat kecil untuk dilakukan.
Lalu hubungan antara manusia dengan kebudayaan juga dapat dilihat dari kedudukan manusia tersebut terhadap kebudayaan.manusia mempunyai empat kedudukan terhadap kebudayaan yaitu:

Pencipta kebudayaan


Penganut kebudayaan


Pembawa kebudayaan


Dan manipulator kebudayaan 

Pembentukan kebudayaan disebabkan manusia dihadapkan pada persoalan yang meminta pemecahan dan penyelesaian.dalam rangka survive maka manusia harus mampu memenuhi apa yang menjadi kebutuhannya sehingga manusia melakukan berbagai cara.Hal yang dilakukan oleh manusia inilah kebudayaan.kebudayaan yang digunakan manusia dalam menyelesaikan masalah-masalah bisa disebut dengan way of life ,yang digunakan individu sebagai pedoman untuk bertingkah laku.

Sumber : https://www.dosenmatematika.co.id/