Sasaran Kesehatan Masyarakat


Sasaran Kesehatan Masyarakat

Sasaran pelayanan kesehatan masyarakat adalah individu, keluarga, kelompok khusus dan masyarakat agar tercapai derajat kesehatan yang optimal, melalui upaya promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif. Lingkup tatanan kesehatan masyarakat, meliputi tatanan keluarga, kelompok dan masyarakat.

Sesuai kompetensi klinis kebidanan, bahwa sasaran pelayanan kebidanan dimasyarakat adalah remaja, wanita pra hamil, ibu hamil, ibu bersalin, ibu nifas, ibu menyusui, akseptor KB, masa klimakterium, menopause, periode maternal, dan wanita dengan gangguan sistem reproduksi ringan. Sehungga pelayanan kesehatan masyarakat yang dilakukan oleh bidan adalah sesuai kompetensi klinis, dan kewenangan  yang diberikan kepada bidan dalam menjalankan praktiknya di masyarakat.

Tingkat-Tingkat Pencegahan Penyakit

Lima tingkat pencegahan penyakit menurut Leavel dan Clark

  1. Peningkatan kesehatan (Health Promotion)
  2. Perlindungan umum dan khusus terhadap penyakit-penyakit tetentu (General and Spesifik Protection)
  3. Menegakkan diagnose secara dini dan pengobatan yang cepat dan tepat (Early Diagnosis And Prompt Treatment)
  4. Pembatasan ke cacatan (Disability Limitation)
  5. Penyembuhan kesehatan (Rehabilitation)

Dijabarkan dalam upaya-upaya pencegahan sebagai berikut:

  1. Upaya Pencegahan Primer

1)      Upaya Peningkatan Kesehatan

Yaitu upaya pencegahan yang umumnya bertujuan meningkatkan taraf kesehatan individu/keluarga/masyarakat, misalnya:

  1. a)Penyuluhan kesehatan, perbaikan gizi, penyusunan pola gizi memadai, pengawasan pertumbuhan anak balita dan usia remaja.
  2. b)Perbaikan perumahan yang memenuhi syarat kesehatan.
  3. c)Kesempatan memperoleh hiburan sehat yang memungkinkan pengembangan kesehatan mental dan sosial.
  4. d)Pendidikan kependudukan, nasehat perkawinan, pendidikan seks.
  5. e)Pengendalian faktor lingkungan yang dapat mempengaruhi kesehatan.

2)      Perlindungan Umum dan Khusus

Perlindungan khusus terhadap kesehatan. Golongan masyarakat tertentu serta keadaan tertentu yang secara lansung atau tidak langsung dapat memepengaruhi tingkat kesehatan. Upaya-upaya yang termasuk perlindungan umum dan khusus antara lain:

  1. a)Peningkatan  hygiene perorangan dan perlindungan terhadap lingkungan yang tidak menguntungkan.
  2. b)Perlindungan tenaga kerja terhadap setiap kemungkinan timbulnya penyakit akibat kerja.
  3. c)Perlindungan terhadap bahan-bahan beracun, korosif, alergen.
  4. d)Perlindungan terhadap sumber-sumber pencernaan.
  5. Upaya Pencegahan Sekunder

Pada pencegahan sekunder termasuk upaya yang bersifat diagnosis dini dan pengobatan segera (early diagnosis and prompt treatment) meliputi:

Mencari kasus sedini mungkin:

1)      Melakukan general chek up rutin pada tiap individu.

2)      Melakukan berbagai survei (survei sekolah, rumah tangga) dalam rangka pemberantasan penyakit menular.

3)      Pengawasan obat-obatan, termasuk obat terlarang yang diperdagangkan bebas, golongan narkotika, psikofarmaka, dan obat-obat bius lainnya.

  1. Upaya Pencegahan Tersier

Pencegahan tersier berupa pencegahan terjadinya komplikasi penyakit yang lebih parah. Bertujuan menurunkan angka kejadian cacat fisik ataupun mental, meliputi upaya:

1)      Penyempurnaan cara pengobatan serta perawatan lanjut.

2)      Rehabilitas sempurna setelah penyembuhan penyakit (rehabilitasi fisik dan mental).

3)      Mengusahakan pengurangan beban sosial penderita, sehingga mencegah kemungkinan terputusnya kelanjutan pengobatan serta kelanjutan rehabilitasi.

Sumber: https://mhs.blog.ui.ac.id/abd.jalil/kinemaster-pro/