Sejarah Kerajaan Tarumanegara (358-669)

Sejarah Kerajaan Tarumanegara (358-669)

Sejarah Kerajaan Tarumanegara (358-669)

Sejarah Kerajaan Tarumanegara (358-669)

Sejarah Kerajaan Tarumanegara (358-669)

Tarumanegara merupakan

Tarumanegara merupakan kerajaan yang pernah berkuasa di Jawa Barat pada abad ke 4 hingga abad ke 7 masehi dan merupakan salah satu kerajaan tertua di Nusantara. Tarumanegara merupakan kerajaan bercorak Hindu terutama aliran Hindu Wisnu. Tarumanegara didirikan oleh Rajadirajaguru Jayasingawarman pada 358 dan selanjutnya digantikan oleh anaknya, Dharmayawarman (382-395). Raja ketiga Tarumanegara adalah Purnawarman (395-434) yang pernah membuat kota kerajaan baru di daerah pantai yang kemudian disebut dengan Sundapura, inilah kali pertama nama Sunda disebut. Purnawarman memerintah untuk melakukan penggalian Sungai Gomati dan Sungai Candrabaga pada 417 M, dengan panjang 6112 tombak atau 11 km. Ketika penggalian sungai terselesaikan, raja Purnawarman menyedekahkan 1.000 ekor sapi kepada kaum Brahmana.

Di dalam Prasasti Pasir Muara

Di dalam Prasasti Pasir Muara menyebutkan adanya peristiwa pengembalian pemerintahan kepada raja Sunda yitu pada tahun 536 M. Pada masa tersebut, raja yang memerintah Tarumanegara adalah Suryawarman (535 – 561 M) yang merupakan raja ke 7 Tarumanegara. Sebelumnya pada masa pemerintahan ayah Suryawarman yaitu Candrawarman, banyak daerah kekuasaan Tarumanegara dikembalikan pada raja setempat. Hal itu merupakan hadiah atas kesetiaan dari raja – raja bawahan kepada Tarumanegara. Politik pengembalian wilayah kekuasaan ini kemudian dilanjutkan oleh Suryawarman.

Pada Prasasti Purnawarman

Pada Prasasti Purnawarman di Pasir Muara menyebutkan bahwa adanya raja Sunda pada 536 M, hal ini memperkuat dugaan bahwa Sunda berubah dari sebelumnya sebuah daerah biasa menjadi sebuah kerajaan daerah. Dengan adanya pernyataan ini berarti pusat Kerajaan Tarumanegara berpindah ke tempat lain.

Selain melanjutkan politik ayahnya yang menyerahkan sepenuhnya wilayah daerah bawahan kepada kepala daerah terkait, Suryawarman juga mengalihkan perhatiannya ke daerah bagian timur. Pada 526 M, Manikmaya yang merupakan menantu dari Suryawarman mendirikan kerajaan di Kendan, daerah Nagreg antara Bandung dan Limbangan, Garut. Manikmaya yang memerintah kerajaan tersebut didampingi oleh kakeknya di ibukota Tarumanegara dan kemudian diangkat menjadi panglima angkatan Tarumanegara.

Pada perkembangannya daerah timur lebih berkembang di bawah pemerintahan cicit Manikmaya dan kemudian dikenal dengan Kerajaan Galuh pada 612 M.

A. Sumber – Sumber Sejarah

Keberadaan Tarumanegara dapat diketahui dari sumber sejarah baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Sumber dari dalam negeri berasal dari prasasti yang ditemukan di Bogor sebanyak empat buah, di Jakarta satu buah serta di Lebak Banten satu buah. Sedangkan sumber dari luar negeri berasal dari berita Tiongkok oleh para pengelana, diantaranya :

  1. Berita Fa Hien yang berangka tahun 414 M, dalam catatannya yang berjudul Fa-Kao-Chi menyebutkan adanya daerah Ye-Po-Ti terdapat orang – orang beragama Hindu dan sebagian beragama animisme.
  2. Berita Dinasti Sui, yang menyebutkan pada periode 528 dan 535 M utusan dari To-Lo-Mo yang terletak di selatan (Cina) datang ke Tiongkok
  3. Berita Dinasti Tang, yang menyebutkan bahwa pada 666 dan 669 M datang utusan dari To-Lo-Mo

Baca Juga :