Sel Dan Jaringan Tubuh Manusia


Sel Dan Jaringan Tubuh Manusia

Komponen – komponen sel

Sel terdiri atas dua bagian utama : sitoplasma dan nucleus Membran plasma : semua sel eukaryotik dibungkus oleh membran pembatas yang terdiri dari fosfolipid, protein dan polisakarida. Berfungsi sebagai barrier yang mengatur secara selektif zat-zat yang kedalam dan ke luar sel.
Retikulum endoplasmikum dan ribosom, tampak sebagai vesikel pipih atau bundar atau tubuler yang sering beranastomosis satu dengan yang lain Apparatus golgi, tampak sebagai vesikel pipih yang bertumpuk-tumpuk Lisosom, vesikel yang dibungkus membranyang mengandung semacam enzim litik yang fungsi utamanya berhubungan dengan pencernaan intrasitoplasmik. Mitokondria, umumnya disusun oleh suatu membran luar dan dalam mempunyai lipatan-lipatan ke bagian dalam, membentuk krista. Berperan membentuk energi. Nukleus, merupakan bagian bulat atau oval, biasanya di bagian tengah sel. Terdiri dari bungkus, kromatin, nukleolus dan nukleoplasma.
Jaringan adalah struktur yang dibentuk oleh kumpulan sel-sel yang sering mempunyai sifat morfologik dan fungsi yang sama. Meskipun sangat kompleks, tubuh manusia hanya terdiri dari 4 jaringan utama : EPITEL, PENYAMBUNG, OTOT DAN SARAF.
Jaringan penyambung ditendai dengan banyaknya bahan intrasel yang dihasilkan oleh sel-selnya.
Jaringan otot terdiri atas sel panjang yang mempunyai fungsi khusus yaitu kontraksi.
Jaringan saraf terdiri dari sel-sek dengan prosessus panjang yang menonjol dari badan sel dan berfungsi khusus yaitu menerima, membangkitkan, dan menghantarkan rangsang saraf.
Jaringan epitel berfungsi :
1.      menutupi dan melapisi permukaan
2.      absorpsi/penyerapan
3.      sekresi/pengeluaran misal epitel kelenjar
4.      sensoris misal neuroepitel
5.      kontraktil misal mioepitel
F.      Struktur Dan Jaringan Tulang
Skeleton terdiri dari 2 bagian yaitu bagian tulang (pars ossea) dan bagian tulang rawan (pars cartilagenosa).
Pars ossea. Berdasarkan bentuk dan ukuran tlang dapat diklasifikasikan menjadi os longum (tulang panjang), os breve (tulang pendek), os planum (tulang pipih), os irregulare (tulang tidak beraturan), dan os pneumaticum (tulang berongga). Os longum mempunyai ukuran panjang melebihi lebar dan tebalnya, misal os humerus dan os femur. Terdiri dari 3 bagian :
1.      diaphysis : bagian batang
2.      epiphysis : bagian ujung, dipisahkan dari diaphysis oleh jaringan cartilago yang disebut discus epiphysialis
3.      metaphysis, bagian diaphysis yang berdekatan dengan epiphysis, memgandung zona pertumbuhan
struktur os longum terdiri atas :
·        periosteum : jaringan pengikat yang melapisi tulang dari sebelah luar
·        endosteum : jaringan pengikat yang melapisi tulang dari sebelah dalam
·        substantia compacta : bagian yang padat
·        susbstantia spongiosa : bagian yang berongga
·        cavitas medullaris : ronga dalam tulang yang berisi medulla ossium rubra dan medulla ossium flava
Os breve, mempunyai ukuran panjang, lebar dan tebal seimbang, contoh os carpi
Os planum, memiliki tebal lebih kecil dari panjang dan lebarnya, misal os costae dan sternum. Os irregulare, punya bentuk tidak beraturan, contoh os coxae dan os sphenoidale
Os pneumaticum, tulang yang dalamnya empunyai rongga dan berisi udara, contoh os frontale dan ethmoidale. Pars cartilaginosa. Cartilago adalah jaringan ikat yang ulet, lenting yang disusun oleh sel-sel dan serabut-serabut dan dikelilingi oleh matrik interseluler serupa gel yang keras. Berdasarkan jenis dan jumlah jaringan ikat penyusun matriksnya cartalago dapat diklasifikasikan menjadi :
1.      cartilago hyaline
2.      cartilago fibrosa
3.      cartilago elastic
4.      cartilago hyalin mempunyai karakteristik sebagai berikut :
ü  paling banyak dijumpai
ü  matriks jernih, tembus cahaya
ü  indeks bias matrik dan kolagen sama
ü  dapat dijumpai pada cartilago articularis, costalis, trachea, larynx dan septum nasi
Cartilago fibrosa mempunyai karakteristik :
·        Serabut-serabut yg ada dalam matriks adalah kolagen
·        jumlah matriks lebih sedikit

·        terdapat pada articulatio cartilaginea misal pada artic. Temporomandibularis

Cartilago elastica mempunyai karakteristik :
ü  matriks penyusunnya adalah elastic
ü  jarang mengalami pengapuran
ü  terdapat pada auricula, tuba auditiva, larynx