Ungguli Empat Menteri, Ketua MA Aklamasi Ketua Majelis Wali Amanat Ini

Ungguli Empat Menteri, Ketua MA Aklamasi Ketua Majelis Wali Amanat Ini

Ungguli Empat Menteri, Ketua MA Aklamasi Ketua Majelis Wali Amanat Ini

Ungguli Empat Menteri, Ketua MA Aklamasi Ketua Majelis Wali Amanat Ini

Ungguli Empat Menteri, Ketua MA Aklamasi Ketua Majelis Wali Amanat Ini

Ketua Mahkamah Agung (MA) RI Prof Dr M. Hatta Ali, SH, MH

, secara aklamasi terpilih menjadi Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) Universitas Airlangga (Unair) periode 2017-2022. Hatta Ali terpilih setelah 18 orang dari total 21 anggota MWA Unair memilihnya.

Sidang MWA berlangsung di Kantor Mahkamah Agung RI di Jakarta, Selasa (10/10). Sidang dipimpin langsung oleh Rektor Unair Moh Nasih. Melalui sidang itu, Hatta Ali resmi menggantikan ketua MWA Unair sebelumnya yang dijabat oleh Sudi Silalahi sejak 2006.

Yang menarik, dari 21 anggota baru MWA Unair untuk masa bakti 2017-2022 ini terdapat empat pejabat setingkat menteri. Selain Ketua MA Hatta Ali juga terdapat Mendikbud Muhadjir Effendy, Menristek Moch Nasir, Menteri ESDM Ignasius Jonan. Kemudian juga terdapat Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat K.H. Ma’ruf Amin, dan Dwi Soetjipto mantan Dirut Pertamina.
Anggota MWA Unair periode 2017-2022
PERDANA: Suasana sidang MWA Unair Periode 2017-2022, Selasa (10/10) di Gedung Mahkamah Agung. (Humas Unair for JawaPos.com)

”Selain Menristek yang mewakili unsur kementerian (Kemenristekdikti, Red), mereka

yang lain itu mewakili dari unsur masyarakat,” kata Rektor Unair Prof. Moh Nasih, saat memimpin rapat. Nasih berharap, anggota dan kepengurusan MWA Unair periode ke depan ini dapat bekerja sama, bahu-membahu untuk kemajuan Universitas Airlangga.Terutama bisa membantu dalam pencaian target Unair untuk masuk peringkat 500 perguruan tinggi dunia world class university (WCU).

Seusai terpilih aklasami, Hatta berharap melalui kepemimpinannya setiap anggota bisa saling bersinergi bekerja dan bekerja untuk mewujudkan semua harapan. Pihaknya akan menyempurnakan paraturan-peraturan di MWA ke arah lebih maju lagi bagi universitas.

”Di luar itu, sebetulnya yang paling pantas untuk kita syukuri bahwa MWA Unair

ini sudah berusia dua periode dengan hasil-hasil yang luar biasa, yang telah meletakkan dasar-dasar menuju kemajuan Unair,” terang alumni FH Unair.

Sedangkan Sudi dalam paparan pertanggungjawabannya mengungkapkan rasa syukur bahwa tantangan berat dalam periode pertama MWA Unair itu dapat dilaluinya dengan baik. Perjuangan berat tersebut karena tidak saja menghadapi tantangan dari luar, tetapi juga menghadapi tantangan dari dalam hingga sampai ke ranah hukum.

”Itu sebuah masa yang cukup sulit, walau pun toh akhirnya bisa keluar Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 2006 tentang Universitas Airlangga Badan Hukum Milik Negara (BHMN),” kata mantan Mensesneg RI itu.

Dalam periode berikutnya dari PP tersebut perkembangan berikutnya hingga mendorong terwujudnya PP No. 30 tahun 2014 tentang statuta Universitas Airlangga PTN Badan Hukum (PTN-BH). Semua itu dinilai merupakan sebuah proses yang tidak mudah, sebuah gerak perkembangan statuta Unair yang terus berubah secara dinamis.

”Sebuah proses jalan panjang untuk menuju kemajuan Unair hingga saat ini. Untuk itu terima kasih kepada anggota MWA periode 2006 hingga 2016 atas kerjasama dan bakti untuk kemajuan Unair,” kata Sudi Silalahi.

 

Baca Juga :